SMKN 2 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, terus bernovasi untuk meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja. Di bawah Kepala SMKN 2 Kraksaan Rr. Herlina Wulansari, S.Pd., M.M., sekolah ini juga membekali peserta didiknya dengan keterampilan pendukung dengan mempertajam soft skill.
================================
MENJABAT sebagai kepala SMKN 2 Kraksaan sejak 2023, Rr. Herlina Wulansari menerapkan sejumlah inovasi. Salah satunya penguatan public speaking sebagai salah satu bekal penting bagi peserta didik dalam menunjang kepercayaan diri siswa.
Salah satu implementasi dari inovasi tersebut, SMKN 2 Kraksaan menggelar Esemkrada Speaker Academy (ESA) 2026, beberapa waktu lalu. Bekerja sama dengan TLCNESIA (The Leadership Institute).
“Kompetisi ini kami buka untuk seluruh siswa sebagai sarana mengasah soft skill dan melatih keberanian berbicara di depan umum. Dan, ini menjadi komitmen kami bersama bahwa setiap tahunnya kita harus bisa melahirkan karya-karya inovasi,” ujar Herlina.
Dalam ESA tersebut, Tim TLCNESIA memilih guru sebagai coach untuk melatih public speaking siswa. Pelatih ini mendapat pembinaan langsung dari Founder TLCNESIA. “Saat final ESA 2026, jurinya juga langsung dari Tim TLCNESIA,” katanya.
Inovasi pengembangan kemampuan public speaking ini dilaksanakan sebagai upaya mempersiapkan siswa agar memiliki keterampilan berbicara yang baik serta untuk mengasah talenta yang dimiliki sebagai bekal setelah lulus. Baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun memasuki dunia kerja.
Sejak menjabat, ia juga menyempurnakan dan mendukung inovasi sebelumnya. Yakni, Student Expose sejak 2021 dan Teacher Expose yang dimulai pada 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk menampilkan berbagai karya inovatif hasil proses pembelajaran.
Di bidang pembelajaran berbasis industri, Herlina juga berkomitmen mengembangkan program Teaching Factory (TEFA). Delapan konsentrasi keahlian di SMKN 2 Kraksaan, didorong untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan berbasis industri.
“Sudah ada produk karya siswa yang dipasarkan melalui Business Center sekolah. Di antaranya, pengkilap ban dan bodi mobil dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Pie brownies dan soft cookies dari jurusan Kuliner, serta digital printing dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL),” ungkapnya.
Herlina juga berhasil mengantarkan SMKN 2 Kraksaan ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan (PK) pada 2024. Memperoleh bantuan pemerintah untuk pengembangan TEFA melalui kemitraan dengan industri pada 2025 serta bantuan pemerintah Sertifikasi Kompetensi Murid dengan menggandeng LSP P3 pada 2026.
“Untuk bantuan dari pemerintah dalam mengembangkan program TEFA, kami bermitra dengan PT Humma Technologi Indonesia (HUMMATECH) untuk jurusan RPL. Selanjutnya program TEFA juga mulai bersinergi dengan CV Dar Al Ilmi Engineering untuk jurusan TEI,” jelasnya.
Saat ini, dari 8 konsentrasi keahlian (jurusan), ada empat konsentrasi keahlian yang merupakan kelas industri. Yakni, Nusantara Power Class pada jurusan TPTL; Kelas Pintar Bersama Daihatsu pada urusan TKR; Hummatech Class pada jurusan RPL; dan Honda Class untuk jurusan TSM.
“SMKN 2 Kraksaan juga terpilih sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK). Dari 100 SMK di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdaftar sebelumnya, PT Astra Honda Motor (AHM) menetapkan 15 SMK yang memenuhi standar. Salah satunya SMKN 2 Kraksaan,” jelas Herlina. (uno/rud/*)
Editor : Muhammad Fahmi