Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, SMPN 1 Sumberasih terus meneguhkan diri sebagai ruang tumbuh generasi berakhlak dan berprestasi. Sekolah ini tidak hanya mencetak siswa unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang adaptif, berintegritas, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
===================================
SMPN 1 Sumberasih berdiri pada 1983. Awalnya bernama SMPN 1 Sumberkareng. Kemudian, berubah menjadi SLTPN 1 Sumberasih. Kini, dikenal sebagai SMPN 1 Sumberasih.
Di bawah kepemimpinan Drs. Mokhammad Zamroni sejak 2019, sekolah terus berupaya memperkuat kualitas pendidikan melalui berbagai inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khasnya adalah Digital School Program. Program ini mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan belajar mengajar maupun administrasi sekolah.
Berbagai platform digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Seperti e-Rapor, Canva Edu, PowerPoint interaktif, LearningApps, Quizizz, Kahoot, dan Wordwall.
Transformasi ini tidak hanya menyentuh siswa, tetapi juga guru. Berbagai pelatihan, workshop, lesson study, hingga kegiatan berbagi praktik, baik terus dilakukan. Agar tenaga pendidik mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa kini.
“Kami terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Agar siswa memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas belajar, bukan sekadar pelengkap,” ujar Kepala SMPN 1 Sumberasih Drs. Mokhammad Zamroni.
Selain pembelajaran berbasis digital, sekolah juga mengembangkan media pembelajaran interaktif hasil karya guru dan siswa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan kolaborasi yang dibutuhkan di abad ke-21.
Pemanfaatan teknologi berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik. Secara konsisten sekolah mengajarkan etika digital, literasi informasi, dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara positif.
“Kami ingin siswa tidak hanya siap menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Dengan demikian, mereka mampu menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi,”jelas Zamroni. (dik/rud/*)
Pembinaan Terarah, Prestasi Berkelanjutan
KONSISTENSI menjadi salah satu kunci keberhasilan SMPN 1 Sumberasih dalam mempertahankan prestasi. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah ini terus mencatatkan berbagai capaian membanggakan. Baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Prestasi tersebut lahir dari budaya sekolah yang mendorong setiap siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Pembinaan dilakukan secara terencana melalui berbagai kegiatan akademik, olahraga, seni budaya, kepramukaan, Palang Merah Remaja (PMR), hingga bidang keagamaan.
Deretan prestasi yang diraih sepanjang 2023-2025 menunjukkan keberhasilan pendekatan tersebut. Mulai dari Juara 1 Lomba Kepala sEkolah inSpiratif, Inovatif, berpresTasi (KESIT) 2023, prestasi futsal tingkat Kabupaten dan Kota Probolinggo, kejuaraan basket, tari, karate, PMR, pramuka, hingga berbagai penghargaan di bidang keagamaan berhasil diraih peserta didik SMPN 1 Sumberasih.
Di antara berbagai capaian itu, Juara 1 KESIT 2023 menjadi prestasi yang paling berkesan bagi sekolah. Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga mencerminkan kuatnya budaya peduli lingkungan yang telah dibangun secara berkelanjutan.
Kepala SMPN 1 Sumberasih Drs. Mokhammad Zamroni mengatakan, seluruh prestasi yang diraih merupakan hasil kerja sama seluruh warga sekolah. Untuk menjaga konsistensi prestasi, sekolah menerapkan berbagai strategi.
Di antaranya melalui penyelenggaraan lomba internal, pembinaan khusus bagi siswa yang akan mengikuti kompetisi, pemberian apresiasi kepada siswa dan guru berprestasi, serta pemanfaatan teknologi untuk menampilkan karya dan prestasi warga sekolah.
Para guru juga didorong mengikuti pelatihan, workshop, dan berbagai program peningkatan kompetensi agar mampu memberikan pembinaan yang optimal kepada peserta didik.
Dukungan orang tua dan komite sekolah, turut menjadi faktor penting dalam menjaga semangat berprestasi. Kolaborasi yang terjalin membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa.
“Kami percaya setiap anak memiliki potensi untuk berprestasi. Tugas sekolah adalah memberikan pembinaan, kesempatan, dan motivasi agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal," ujar Zamroni. (dik/rud/*)
Perkuat Pendidikan Karakter, Literasi-Numerasi
KEMAJUAN teknologi dan derasnya arus informasi menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Di tengah kondisi tersebut, SMPN 1 Sumberasih, terus memperkuat pendidikan karakter, literasi, dan numerasi sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan.
Komitmen ini sejalan dengan visi sekolah untuk meningkatkan mutu dan prestasi akademik maupun nonakademik serta membentuk peserta didik yang berbudi luhur dan berbudaya lingkungan. Karena itu, penguatan karakter tidak hanya dilakukan melalui kegiatan khusus, tetapi juga diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pembelajaran.
Salah satu program yang berjalan konsisten adalah kegiatan literasi setiap pagi melalui pembacaan Alquran selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Sekolah juga menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi, seperti lomba menulis puisi, cerpen, resensi buku, dan pidato.
Di bidang numerasi, sekolah mengembangkan pembelajaran kontekstual melalui proyek sederhana, permainan edukatif, kegiatan Math Day, serta pemanfaatan aplikasi digital yang membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
Kepala SMPN 1 Sumberasih Drs. Mokhammad Zamroni menjelaskan, kemampuan literasi dan numerasi menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi perubahan zaman.
“Kami menjalankan program literasi dan numerasi secara terintegrasi karena kemampuan tersebut menjadi dasar bagi siswa untuk memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Di era digital, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, disiplin, etika digital, kepedulian sosial, dan kemampuan menyaring informasi terus ditanamkan kepada siswa melalui pembelajaran maupun berbagai kegiatan sekolah.
Penguatan karakter tersebut didukung oleh program pembiasaan positif seperti 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Serta, kegiatan keagamaan, Jumat Bersih, Jumat Berkah, serta pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, guru BK, dan masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan siswa agar berjalan secara berkelanjutan.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan budaya bangsa," ujar Zamroni. (dik/rud/*)