Di tengah keterbatasan sarana dan dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, SMKN 1 Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan semangat untuk beradaptasi, berinovasi, dan berkembang. Sekolah berbasis perikanan ini bahkan pernah mengalami perpindahan lokasi (moving school) hingga tiga kali.
===========================
SERING berpindah-pindah lokasi, tidak pernah menyurutkan langkah seluruh warga SMKN 1 Dringu, untuk terus bangkit dan maju. Sekolah kejuruan ini tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan karakter yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja.
Melalui Program MANTRA PESONA (Manajemen Transformasi Pembelajaran Sekolah Berjiwa Wirausaha dan Aksi Nyata), sekolah berupaya membentuk pola pikir siswa agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Kepala SMKN 1 Dringu Adi Abdullah menjelaskan, Program MANTRA PESONA dilaksanakan sejak Juli 2025. Dilatarbelakangi kebutuhan penguatan kewirausahaan dan pembiasaan bisnis pada sekolah yang memiliki keterbatasan lahan. “Program ini juga menjadi bekal bagi siswa setelah lulus agar memiliki kemampuan berwirausaha. Harapannya tidak menjadi pengangguran setelah lulus,” ujarnya.
Sebagai implementasi, sekolah menjalankan program Rabu Bisnis yang dilaksanakan secara rutin setiap Rabu. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan aksi nyata berwirausaha. “Diawali dari memproduksi, menjual, hingga memasarkan produk kepada warga sekolah maupun dinas dan instansi di sekitar sekolah,” jelasnya.
Kepala sekolah peraih 10 besar nasional dalam penulisan esai ini mengungkapkan, melalui program tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menjalankan usaha. Sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, pemasaran, dan pengelolaan usaha.
Program MANTRA PESONA juga berhasil mengantarkan Adi Abdullah sebagai finalis lomba bidang leadership dalam Gempita Awards Tingkat Jatim 2025 untuk Kategori Kepala Sekolah Inovatif.
SMKN 1 Dringu juga menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Menjalin kolaborasi dengan dunia industri, serta memanfaatkan sumber daya lokal sebagai media pembelajaran.
Berbagai upaya tersebut membuat SMKN 1 Dringu, tetap eksis dan relevan di tengah persaingan global. Prestasi demi prestasi berhasil diraih. Termasuk keberhasilan siswa dalam berbagai ajang pameran tingkat Jawa Timur di bidang perikanan dan kewirausahaan.
Adi menegaskan, SMKN 1 Dringu akan terus berkomitmen membangun karakter dan kemampuan siswa agar siap menghadapi tantangan masa depan. “Saya percaya setiap anak memiliki potensi besar. Tugas kami membuka jalan dan mendampingi mereka menjadi pribadi yang berkarakter, terampil, dan berdaya saing,” katanya.
Saat ini, SMKN 1 Dringu memiliki lima program keahlian. Di antaranya, Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT), Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Teknik Pemesinan (TPm).
Melalui berbagai program tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata yang membekali siswa dengan kompetensi kerja, keterampilan hidup, dan jiwa kewirausahaan. (uno/rud/*)
Editor : Muhammad Fahmi