Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ratusan Guru di Kota Probolinggo Antusias Berebut Kursi Kepala Sekolah, Segini Posisi yang Diperebutkan

Arif Mashudi • Minggu, 8 Februari 2026 | 10:55 WIB
Ilustrasi Guru
Ilustrasi Guru

KANIGARAN, Radar Bromo - Di Kota Probolinggo, banyak sekolah negeri tingkat SD dan SMP, tanpa kepala definitif. Tingkat SD ada 16 lembaga dan SMP ada 7 lembaga.

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, membuka seleksi calon kepala sekolah (kepsek).

Antusiasme guru untuk mendaftar menjadi kepala sekolah begitu tinggi. Tercatat ada 294 guru yang memenuhi syarat kualifikasi S-1 telah mendaftarkan diri. Mereka berebut posisi kursi kepsek di 23 lembaga pendidikan.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, di Kota Probolinggo, terjadi kekosongan jabatan kepsek karena pejabat lama pensiun. Total butuh 23 kepsek.

“Tahun ini seleksi calon kepsek betul-betul dilakukan secara objektif. Mulai tahapan undangan kepada guru yang memenuhi syarat kualifikasi S-1, pangkat minimal IIIC. Ada 294 guru yang diundang by system untuk ikut seleksi,” katanya, Sabtu (7/2).

Dari 294 guru yang telah mendaftar, kata Romlah, ternyata hanya 36 calon kepsek yang memenui syarat.

Tahapan seleksi paparan dari calon kepsek diseleksi langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dokter Aminuddin didampingi Pj Sekda Rey Suwigtyo, kepala BKSDM, dan kepala Disdikbud.

Ada beberapa aspek yang dinilai dalam asesmen calon kepala sekolah. Pertama aspek perencanaan strategis sekolah; kepemimpinan dan manajerial sekolah; kemampuan dalam berkomunikasi; serta integritas dan komitmen. Terakhir, penilaian objektif dari pimpinan, dalam hal ini Wali Kota.

“Pertimbangan lainnya nanti diperhatikan juga terkait kedisiplinan melalui skor kehadiran dan penilaian rekan sejawat,” tambahnya.

Aminuddin mengaku sengaja meminta kepala Disdikbud melakukan asesmen tidak hanya secara kelembagaan. Tetapi, juga melibatkan dari BKPSDM dan Pj Sekda.

Nantinya kepsek yang terpilih menggunakan sistem inklusi yang memberi kesempatan pada semua.

Kepsek harus menjadi problem solving dan mampu beberapa bahasa untuk menambah poin.

“Selain itu, saya ingin tahu rencana calon kepala sekolah dalam mendukung Bersolek, melalui kualitas pendidikan serta lingkungan. Saya perlu mendengar apa rencana calon kepala sekolah dalam menyusun strategi untuk pencapaian-pencapaian,” ungkapnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#guru #smp #sd #probolinggo