PRIGEN, Radar Bromo - Keamanan Pasar Prigen kini menjadi sorotan. Sebagai salah satu pasar tradisional sekaligus pasar daerah strategis di Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, tempat ini ternyata sudah beberapa tahun terakhir, tidak memiliki waker atau petugas keamanan khusus.
Akibatnya, para staf pasar terpaksa merangkap tugas untuk menjaga area pasar secara bergiliran.
Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pengelola Pasar Prigen, Iswanto.
Ia menjelaskan, ketiadaan tenaga pengaman khusus, membuat manajemen internal harus memutar otak demi menjaga keamanan aset pedagang.
"Di pasar ini memang tidak ada waker. Sebagai gantinya, pengamanan dilakukan melalui piket jaga oleh staf pasar sendiri," ujar Iswanto.
Ia membeberkan, saat ini total personel yang ada di Pasar Prigen—termasuk dirinya—hanya berjumlah tujuh orang.
Dengan keterbatasan jumlah tersebut, sistem piket dirancang bergiliran. Mulai dari siang, sore, hingga malam hari.
"Setiap giliran piket dijaga oleh dua orang. Jadwalnya kami rolling dan siasati sendiri di internal," imbuhnya.
Masalah pengamanan kian pelik, lantaran infrastruktur penunjang tidak berfungsi optimal.
Meski pasar sudah dilengkapi dengan delapan unit kamera pemantau (CCTV), separuh di antaranya kini dalam kondisi rusak.
"Sebanyak empat kamera CCTV sudah tidak berfungsi dan memang sudah waktunya perbaikan," aku Iswanto.
Untuk mengantisipasi aksi kriminalitas di tengah keterbatasan personel dan fasilitas, pihak pengelola rutin mengimbau para pedagang, untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri serta ikut menjaga barang berharga di kios masing-masing.
Langkah antisipasi ini mendesak dilakukan, mengingat baru-baru ini terjadi pembobolan kios daging di dalam pasar.
"Pelakunya belum diketahui identitasnya, sampai saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan (lidik)," tegas Kanitreskrim Polsek Prigen Aiptu Heru Sumarsono. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin