Beasiswa Kuliah Program Pemkot Probolinggo Terancam Tak Terserap Penuh

KANIGARAN, Radar Bromo - Anggaran program bantuan biaya pendidikan tinggi (kuliah) sebesar Rp 1 miliar yang disiapkan Pemkot Probolinggo, terancam tidak terserap maksimal. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima bantuan.
Ketentuan itu diatur dalam Perwali Nomor 48/2026 tentang Pemberian Bantuan Biaya Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat Miskin. Dalam BAB IV dijelaskan, persyaratan penerima sesuai pasal 7, calon penerima bantuan biaya pendidikan tinggi harus memenuhi sejumlah persyaratan.
Mulai dibuktikan dengan KTP Kota Probolinggo, telah diterima dan terdaftar pada perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swsta (PTS), dan berasal dari keluarga yang termasuk desil 1 sampai desil 5 berdasarkan DTSEN.
Calon penerima bantuan juga harus melampirkan surat keterangan atau validasi Desil 1 sampai Desil 5 yang diterbitkan oleh perangkat daerah berkaitan/atau kelurahan sesuai kewenangannya. Ditambah tidak sedang menerima beasiswa atau bantuan biaya pendidikan tinggi lainnya untuk pembiayaan pendidikan yang sama.
Kabag Kesra Setda Kota Probolinggo Samsul Arif mengatakan, program bantuan biaya pendidikan tinggi masih tahap sosialisasi. Dari tujuh perguruan tinggi lokal di Kota/Kabupaten Probolinggo, sudah ada lima perguruan tinggi yang menyatakan kesanggupan menerima program bantuan biaya pendidikan tinggi Rp 10 juta per mahasiswa hingga lulus.
Lima perguruan tinggi itu adalah Institut Ahmad Dahlal, ITBKes, Universitas Panca Marga, Universitas Zainul Hasan (Unzah) Genggong, dan Universitas Nurul Jadid (Unuja). “Nilai bantuan biaya pendidikan tinggi dari awal sampai lulus Rp 10 juta per mahasiswa. Perguruan tinggi tidak boleh menarik biaya lainnya lagi,” katanya, Selasa (4/11).
Dengan anggaran Rp 1 miliar, ada kuota untuk 100 mahasiswa yang dapat bantuan biaya pendidikan tinggi hingga lulus. “Kami berharap kuota itu dapat terpenuhi, meski menurut pihak perguruan tinggi sulit,” terangnya.
Anggota DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi mengatakan, program bantuan biaya pendidikan tinggi Rp 10 juta untuk setiap mahasiswa diharapkan dapat terealisasi maksimal. Meski tidak banyak mahasiswa yang diyakini bisa memenuhi syarat. Terutama syarat harus dari keluarga Desil 1-5.
“Program ini akan berlanjut tahun depan, tapi tetap ada evaluasi. Nanti akan kami evaluasi bersama kendala dari kampus, mahasiswa, hingga pemerintah apa? Supaya niat baik untuk menjamin semua warga Kota Probolingo bisa kuliah, benar-benar dapat terealiasi,” ujarnya. (mas/rud)



