PASURUAN, Radar Bromo - Rampungnya proyek peninggian Jembatan Book Wedi di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, belum sepenuhnya membuat warga tenang.
Pihak kelurahan beserta masyarakat setempat kini mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), untuk segera melanjutkan normalisasi Sungai Petung secara berkala.
Tujuannya, demi meminimalisir ancaman banjir tahunan yang kerap melanda kawasan tersebut.
Lurah Blandongan, Saifuddin Zuhri, menegaskan penanganan banjir di wilayahnya, tidak boleh berhenti pada peninggian konstruksi jembatan saja.
Setiap kali musim penghujan tiba, luapan Kali Petung selalu merendam Jalan Ir. Juanda (jalan nasional) setinggi 20 hingga 30 sentimeter. Serta menenggelamkan permukiman warga di sekitar Gang Kejobo Lor, dengan ketinggian air mencapai lebih dari 70 sentimeter.
Dampak banjir ini kian menyulitkan, karena air luapan selalu membawa material lumpur pekat.
"Banjir di sini bukan cuma masalah air, tapi juga lumpur. Begitu air surut, jalanan dan halaman rumah langsung becek. Warga terpaksa harus kerja bakti ekstra keras untuk membersihkan sisa genangan dan endapan lumpur di dalam rumah mereka. Hal ini jelas sangat mengganggu aktivitas dan perekonomian warga," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua RW 3 Kelurahan Blandongan, Didik Kurniadi.
Ia menjelaskan, banjir yang merendam puluhan rumah di wilayahnya, sering kali bukan dipicu oleh hujan deras di wilayah Kota Pasuruan. Melainkan akibat banjir kiriman dari kawasan hulu.
Ketika debit air dari atas melonjak, Kali Petung tidak lagi mampu menampung arus akibat tingginya sedimentasi sungai. Sehingga air dengan cepat meluap ke permukiman.
Titik terparah luapan air biasanya merendam kawasan RT 2 dan RT 3 di lingkup RW 3, serta RT 1, RT 2, dan RT 3 di wilayah RW 4 dengan ketinggian rata-rata selutut orang dewasa.
"Kalau sungai cuma dilewati jembatan yang ditinggikan, tapi sedimen di bawahnya tidak dikeruk melalui normalisasi, air sungai akan tetap meluap. Kami butuh langkah konkret lanjutan," tegas Didik.
Sebelumnya, Windari Wahyuningsih, Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur UPT Wilayah Sungai Welang Pekalen menuturkan, normalisasi di Sungai Petung tengah berlangsung.
Saat ini mandek, karena sedang menunggu persetujuan anggaran operasional. Khususnya untuk pemenuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) alat berat backhoe.
"Kami upayakan dengan mengusulkan pada pemrov. Semoga bisa terlaksana," kata Windari. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin