PASURUAN, Radar Bromo - Satgas Pangan Polres Pasuruan Kota memastikan pengawasan rantai distribusi bahan pokok di wilayah hukumnya, berjalan ketat dan tanpa celah.
Bersama Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), korps bhayangkara mengintensifkan monitoring berkala.
Tujuannya, untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pasokan beras di tingkat pedagang pasar tradisional.
Intensifikasi pengawasan tersebut dibuktikan melalui inspeksi mendadak (sidak) berskala besar, yang menyasar para pedagang di dua pusat ekonomi utama, yakni Pasar Kebonagung dan Pasar Besar Kota Pasuruan pada Selasa (8/9).
Dalam operasi gabungan ini, petugas menyisir satu per satu lapak untuk memeriksa secara detail pergerakan harga komoditas beras, mulai dari varian premium, medium, hingga beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Berdasarkan data pemantauan ketat di lapangan, Satgas Pangan tidak menemukan adanya indikasi kecurangan maupun pelanggaran batas harga.
Seluruh komoditas pokok yang dijual, masih berada dalam koridor regulasi yang berlaku.
Petugas memastikan, tidak ada satu pun oknum pedagang yang nekat melakukan spekulasi harga atau menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota sekaligus Kasatgas Pangan AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga, menegaskan sidak lapangan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang, dalam mengawal kecukupan pangan masyarakat.
Pihaknya sengaja mengedepankan pola monitoring yang intens dan berkelanjutan, demi mengantisipasi potensi penimbunan maupun lonjakan harga yang dapat meresahkan warga.
"Tim gabungan turun langsung untuk mengunci pergerakan harga dan stok beras di pasar tradisional. Melalui monitoring yang intens ini, hasil evaluasi menunjukkan bahwa harga komoditas masih stabil sesuai aturan dan tidak kami temukan adanya pedagang yang menjual beras, melebihi ambang batas HET," tegasnya.
Dhecky meyakinkan pengawasan melekat ini, tidak akan berhenti pada momentum sidak kali ini saja. Kegiatan serupa intens dilakukan. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin