Normalisasi Hilir Sungai Petung Kota Pasuruan Masih Tahap Pengusulan

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:17 WIB
BUTUH DIKERUK: Kondisi Sungai Petung di Kota Pasuruan yang membutuhkan penanganan. Pengerukan sungai setempat, masih tahap usulan. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)
BUTUH DIKERUK: Kondisi Sungai Petung di Kota Pasuruan yang membutuhkan penanganan. Pengerukan sungai setempat, masih tahap usulan. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Normalisasi Sungai Petung di Kota Pasuruan dipastikan tetap berlanjut hingga kawasan hilir.

Namun, kapan realisasinya, belum dipastikan. Saat ini, rencana penanganan lanjutan masih diusulkan dan dikoordinasikan dengan Dinas PU Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Timur di Surabaya.

Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi UPT PSDA Welang Pekalen, Windari Wahyu Ningsih, mengatakan, rencana pekerjaan lanjutan di Sungai Petung, masih dalam tahap pengusulan.

Termasuk kepastian panjang area yang akan dinormalisasi, serta waktu pelaksanaannya masih dikoordinasikan dengan dinas di Surabaya.

Windari menjelaskan, untuk Sungai Petung, pekerjaan kemungkinan akan melanjutkan penanganan, dari kawasan hulu hingga mendekati Jembatan Buk Wedi.

Sebelumnya, normalisasi di sisi hulu atau selatan Jembatan Buk Wedi, wilayah Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, telah dikerjakan sepanjang kurang lebih 500 meter.

Namun, penanganan tidak berhenti di kawasan tersebut. Area hilir, yakni sisi utara Jembatan Buk Wedi, tetap masuk dalam rencana penanganan lanjutan Sungai Petung.

“Kalau Sungai Petung mungkin melanjutkan yang hulu Jembatan Buk Wedi,” ujarnya.

Sementara untuk detail panjang normalisasi yang akan dilanjutkan di kawasan hilir, Windari mengaku masih belum mendapat kepastian. Begitu pula dengan waktu pelaksanaannya.

Sebelumnya, Windari menerangkan, normalisasi Sungai Petung di bagian hulu dikerjakan dengan lebar rata-rata sekitar 15 meter dan kedalaman 1 hingga 1,5 meter.

Pekerjaan tersebut merupakan lanjutan dari proyek yang sebelumnya sempat terhenti.

Untuk kawasan hilir di utara Jembatan Buk Wedi, penanganan sebelumnya lebih diarahkan pada pengangkatan skot balok, sebagai langkah antisipasi banjir.

Kini, area tersebut tetap diproyeksikan mendapat penanganan lanjutan, melalui program yang masih dalam tahap pengusulan.

Dengan demikian, normalisasi Sungai Petung tidak berhenti pada pekerjaan di kawasan hulu.

Penanganan kawasan hilir tetap menjadi bagian dari rencana, meski panjang segmen dan jadwal pelaksanaannya, masih menunggu hasil koordinasi dengan Dinas PSDA Jatim di Surabaya. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
kota pasuruan sungai petung normalisasi pengerukan