BPBD Kabupaten Pasuruan Tingkatkan Kesiapsiagaan untuk Hadapi Kemarau Panjang

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:17 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan meningkatkan kesiapsiagaan, menghadapi tingginya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Langkah antisipasi dilakukan, menyusul prediksi musim kemarau tahun ini, yang berpotensi berlangsung lebih panjang hingga Oktober.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana penanganan bencana, selama periode kemarau.

Kesiapsiagaan tersebut akan dilakukan setidaknya hingga Oktober, sebelum BPBD kembali memfokuskan antisipasi terhadap potensi cuaca buruk saat memasuki musim penghujan.

“Untuk antisipasi karhutla dan kekeringan, sarana dan prasarana sudah kami siapkan sampai Oktober. Setelah itu, kami lanjutkan dengan antisipasi cuaca buruk menjelang masuk musim hujan,” kata Sugeng.

Menurut dia, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan terhadap ancaman kebakaran lahan dan kekeringan.

BPBD juga terus memantau berbagai potensi kejadian hidrometeorologi, termasuk pohon tumbang yang kerap terjadi ketika angin kencang melanda sejumlah wilayah.

BPBD mengandalkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), untuk mempercepat respons terhadap setiap laporan kejadian.

Dengan kesiapsiagaan personel dan peralatan, penanganan diupayakan bisa dilakukan dalam waktu singkat.

“Pusdalops kami siaga. Targetnya, sekitar 15 menit sudah bisa menangani kejadian setelah ada laporan,” jelasnya.

Sugeng menambahkan, sejauh ini penanganan sejumlah kejadian, termasuk pohon tumbang, berjalan dengan baik.

Petugas langsung diterjunkan ketika laporan diterima untuk melakukan penanganan di lokasi, sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan terhadap masyarakat.

Di sisi lain, BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama kemarau berlangsung.

Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.

Kewaspadaan juga diperlukan, terhadap keterbatasan sumber air yang dapat terjadi selama kemarau panjang.

BPBD terus melakukan pemantauan kondisi wilayah sebagai bagian dari langkah antisipasi, apabila terjadi peningkatan kebutuhan penanganan kekeringan. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
kebakaran bpbd kabupaten pasuruan kekeringan kemarau