Kerahkan Segala Upaya untuk Padamkan Api Kebakaran Bromo, Terkendala Angin yang Sulit Diprediksi

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:15 WIB
GEBYOK: Petugas memadamkan api di kawasan Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dengan cara digebyok. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
GEBYOK: Petugas memadamkan api di kawasan Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dengan cara digebyok. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

TOSARI, Radar Bromo– Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Pasuruan masih sulit dikendalikan.

Pada Selasa (11/8) sore, api membakar vegetasi di Bukit Dingklik, Desa Wonokitri, Tosari. Bahkan, nyaris merembet ke deretan lapak pedagang.

Kebakaran mulai menjalar dari sisi selatan sejak Selasa siang. Lalu sekitar pukul 16.00, api cepat bergerak ke arah utara, mendekati stan warung warga. Api sempat bisa dikendalikan sore itu.

Kemudian Rabu (12/8) pagi, api diketahui menjalar ke Bukit Cinta. Dari pantauan di lokasi, api dan asap pekat membumbung hingga melalap vegetasi pinus dan menjalar ke bibir badan jalan utama. Kondisi itu membahayakan akses jalan. sekaligus menyulitkan petugas.

Medan yang sangat ekstrem tak menyurutkan nyali petugas. Demi menekan sebaran api, personel TNI merayap menembus jurang terjal hingga kedalaman kurang lebih 200 meter.

Berbekal slang panjang yang terhubung langsung ke armada mobil Damkar, petugas bertaruh nyawa menyemprotkan air di curamnya tebing.

Tak hanya pemadaman dari darat, helikopter melakukan water bombing dari udara. Setiap kali menyiram, helikopter mengelontorkan sekitar 1.000 liter air di atas titik-titik api yang sulit dijangkau manusia.

Baca Juga: Update Kebakaran Bromo hingga Rabu 12 Agustus Malam: 921 Hektare Lahan Terdampak  

Memasuki Rabu siang pukul 13.00, kobaran api makin ganas. Dari Bukit Cinta, api merambat ke kawasan Pondok Kawat, tepat di sisi timur Bukit Cinta. Kemudian dengan cepat meluas ke arah kawasan wisata Bukit Kedaluh atau Bukit Kingkong.

Embusan angin di lokasi sangat kencang. Akibatnya, kobaran api beserta kepulan asap pekat membumbung tinggi hingga melalap vegetasi pinus dan menjalar naik sampai bibir badan jalan utama. Kondisi ini membahayakan akses jalan dan membatasi ruang gerak tim pemadam.

Dua unit armada mobil pemadam kebakaran milik TNI AD yang dikerahkan ke lokasi bahkan sempat terdesak.

Petugas harus sigap bermanuver menghindari kepungan api yang sewaktu-waktu bisa mengepung kendaraan. Sambil menghindar, petugas terus melakukan penyemprotan air secara masif untuk membuat barikade (penyekatan) agar si jago merah tidak melompati badan jalan.

Tak hanya medan yang terjal, faktor cuaca ekstrem menjadi kendala utama di lapangan. Angin di kawasan Bromo saat ini dinilai sangat labil dan sulit diprediksi arahnya.

"Kondisi angin di sini sangat sulit diprediksi. Tiba-tiba berembus sangat kencang, lalu sebentar kemudian hening, tapi tak lama kencang lagi dari arah berbeda," ujar Sukaris, salah seorang petugas di lapangan yang juga warga lokal Wonokitri.

Guna mempercepat penanganan, operasi pemadaman mengombinasikan jalur darat dan udara. Petugas gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, BNPB, BPBD Jatim, BPBD Kabupaten dan Kota Pasuruan, terus berjibaku di jalur darat. Sementara itu, armada helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di titik-titik tebing yang sulit dijangkau.

Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko mengatakan, pihaknya telah berada di lokasi sekitar empat hari sejak Minggu (9/8). Penanganan dilakukan dengan menyisir sejumlah titik, mulai Bukit Dingklik, Pusung Duwur, Punggung Naga, hingga Bukit Cinta.

Boga mengatakan, pada Selasa (11/8) malam, masih terdapat sejumlah spot api. Petugas bersama warga dan petugas Perhutani langsung melakukan penanganan, terutama di area kebun masyarakat.

Untuk mempercepat pemadaman, sejumlah armada damkar diturunkan. Mulai Kodim 0819 Pasuruan, Yonkav, BPBD, dan Damkar Kabupaten Pasuruan, Damkar Kota Mojokerto, hingga Damkar Kota Malang dikerahkan dan dibagi ke sejumlah sektor.

“Strategi kami sekarang, mengerahkan beberapa unit Damkar. Bukit Cinta menjadi titik perhatian karena di bawah kawasan tersebut terdapat permukiman di Kabupaten Probolinggo yakni Sukapura,” terangnya.

Petugas menerapkan metode pembasahan. Yaitu, membuat sekat dan membasahi area yang diperkirakan menjadi jalur rambatan api.

“Jadi sebelum apinya sampai di sana, kami sudah basahi dulu. Tujuannya untuk meredam api yang akan merembet ke dalam,” pungkas Boga.

Berdasarkan analisis BPBD Kabupaten Pasuruan, kebakaran memicu pusaran angin yang membuat api bergerak cepat. Namun pusaran tersebut menghilang ketika api masuk ke lembah. Sehingga petugas dapat melakukan pemadaman dari area tersebut.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, pemadaman dilakukan dari darat dan udara. Tiga helikopter telah melakukan beberapa sortie water bombing.

Sementara enam tangki dan enam mobil damkar dikerahkan dengan dukungan BPBD Nganjuk, Jombang, Malang, dan daerah lain.

“Saat ini dilakukan pemadaman baik secara manual maupun dengan menggunakan helikopter water bombing. Sudah beberapa sortie yang dilakukan dengan tiga helikopter,” tuturnya. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan kebakaran bromo relawan tnbts petugas