Angin Kencang Sulitkan Pemadaman Kebakaran Bromo, Api Kian Ganas Merambat ke Bukit Kingkong  

Mokhamad Zubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:56 WIB
KERJA KERAS: Petugas gabungan saat berupaya melokalisir api yang merembet ke Bukit Kingngkong Bromo, Rabu siang (12/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
KERJA KERAS: Petugas gabungan saat berupaya melokalisir api yang merembet ke Bukit Kingngkong Bromo, Rabu siang (12/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

​TOSARI, Radar Bromo–Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Pasuruan masih berjalan alot.

Hingga Rabu siang (12/8) sekitar jam 13.00 WIB, kobaran api justru makin meluas lantaran diempas angin kencang dan cuaca terik.

Petugas gabungan pun dibuat kewalahan melokalisasi titik api yang terus merambat.

​Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, titik api pada Rabu (12/8) pagi semula memusat di kawasan Bukit Cinta, Resort Penanjakan Wonokitri, Kecamatan Tosari.

Namun memasuki siang hari, amukan si jago merah kian mengganas dan bergeser ke kawasan Pondok Kawat, tepat di sisi timur Bukit Cinta.

​Embusan angin di lokasi kejadian bertiup sangat kencang. Akibatnya, kobaran api beserta kepulan asap pekat membumbung tinggi hingga melalap vegetasi pinus dan menjalar naik sampai bibir badan jalan utama.

Kondisi ini membahayakan akses jalan dan membatasi ruang gerak tim pemadam.

​Dua unit armada mobil pemadam kebakaran milik TNI AD yang dikerahkan ke lokasi bahkan sempat terdesak.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Dekati Kios Wisata Bukit Dingklik Tosari Pasuruan, Pedagang Panik Selamatkan Barang

Petugas harus sigap bermanuver menghindari kepungan api yang sewaktu-waktu bisa mengepung kendaraan.

Sambil menghindar, petugas terus melakukan penyemprotan air secara masif untuk membuat barikade (penyekatan) agar si jago merah tidak melompati badan jalan.

Hingga Rabu siang ini, kobaran api terpantau makin liar. Dari Pondok Kawat, titik api terus merambat mengarah ke kawasan wisata Bukit Kedaluh atau akrab dengan sebutan baru Bukit Kingkong.

​Tak hanya medan yang terjal, faktor cuaca ekstrem menjadi kendala utama di lapangan.

Angin di kawasan Bromo saat ini dinilai sangat "labil" dan sulit diprediksi arahnya.

​"Kondisi angin di sini memang sangat sulit diprediksi. Tiba-tiba berembus sangat kencang, lalu sebentar kemudian hening, tapi tak lama kencang lagi dari arah berbeda," ujar Sukaris, salah seorang petugas di lapangan yang juga warga Wonokitri.

​Suhu udara yang cukup panas turut mempercepat proses pembakaran vegetasi kering di sekitar lokasi.

​Guna mempercepat penanganan, operasi pemadaman kini mengombinasikan jalur darat dan udara.

Petugas gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, BNPB, dan BPBD Jatim, Kabupaten-Kota Pasuruan terus berjibaku di jalur darat.

Sementara itu, armada helikopter juga dikerahkan untuk melakukan gempuran udara melalui metode water bombing di titik-titik tebing yang sulit dijangkau. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan kebakaran bromo bukit kingkong pemadam kebakaran tnbts