
Semula yang dibayangkan adalah dinginnya udara Bromo dan hamparan pegunungan yang bisa dinikmati dari dekat. Kenyataannya, justru berhadapan dengan petugas yang meminta wisatawan putar balik. Inilah yang dialami sejumlah wisatawan yang mau ke Bromo.
FUAD ALYZEN, Tosari, Radar Bromo
Jaket sudah dikenakan. Tiket sudah dibeli. Perjalanan dari Surabaya menuju Bromo sudah ditempuh. Ada yang datang sekadar ingin melihat Bromo untuk pertama kalinya. Adapula yang sengaja mengantar teman menikmati panorama gunung yang selama ini hanya mereka lihat dari foto.
Namun Minggu (9/8) siang, perjalanan Asroful Anam, 31, bersama delapan rekannya dari Surabaya untuk mengenal Bromo dari dekat, harus berakhir sebelum sampai tujuan. Kebakaran lahan membuat kawasan wisata ditutup.
Harapan untuk melihat langsung hamparan lautan pasir, kawah Bromo, hingga panorama pegunungan akhirnya harus ditunda. Asroful terpaksa mengubah rencana perjalanan.
Pria asal Surabaya itu bercerita, dia datang ke Bromo bersama teman-temannya. Rombongan tersebut berjumlah sekitar sembilan orang termasuk dirinya. Mereka sudah membeli tiket dan mempersiapkan perjalanan sebelum mengetahui kawasan Bromo ditutup.
Tujuan mereka sebenarnya sederhana. Ada teman yang ingin berlibur. Ada pula yang sekadar ingin tahu seperti apa Bromo dari dekat. "Saya sama teman-teman sudah beli tiket. Sudah selesai semua. Teman-teman saya juga pekerja, jadi ini sekalian cari waktu untuk liburan," ujar Asroful.
Ia mengaku tidak mengetahui jika kebakaran terjadi di kawasan Bromo. Sebab, saat berangkat dari Surabaya, dia belum mendapatkan informasi secara jelas mengenai penutupan kawasan wisata tersebut.
"Saya bekerja di Surabaya. Tidak tahu kalau ada kebakaran. Akhirnya sampai di sana, ternyata dihadang dan tidak boleh masuk," katanya.
Yang membuatnya semakin terasa berat, waktu untuk berlibur bersama teman-teman tidak mudah didapat. Mereka bukan wisatawan yang setiap saat bisa meluangkan waktu untuk bepergian. Kesibukan pekerjaan dan aktivitas masing-masing membuat kesempatan berkumpul sekaligus berlibur harus dicari dengan susah payah.



