TOSARI, Radar Bromo– Si jago merah yang mengamuk di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Kabupaten Pasuruan kian ganas.
Kobaran api yang Selasa (11/8) sore berada di kawasan Bukit Dingklik, Rabu (12/8) pagi ini terdeteksi menjalar ke titik wisata Bukit Cinta.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kobaran api membesar disertai kepulan asap membumbung tinggi.
Situasi ini memaksa tim gabungan ekstra waspada agar titik api tidak tembus ke kawasan wisata vital lainnya. Seperti Bukit Kingkong hingga Puncak Penanjakan.
Medan yang sangat ekstrem tak surutkan nyali petugas. Demi menekan laju api di Bukit Cinta, personel nekat merayap menembus jurang terjal hingga kedalaman kurang lebih 200 meter.
Berbekal selang panjang yang terhubung langsung ke armada mobil pemadam kebakaran (damkar), petugas bertaruh nyawa menyemprotkan air di curamnya tebing.
Baca Juga: Kebakaran Bromo, Kabut dan Asap Tebal Kepung Pusung Duwur Tosari Pasuruan, Hambat Proses Pemadaman
Tak hanya gempuran dari darat, serangan udara water bombing juga dikerahkan untuk padamkan api.
Hingga berita ini ditulis, helikopter pemadam sudah melakukan lima kali manuver penyiraman (dropping air).
Setiap kali mengangkut air, helikopter tersebut mengelontorkan sekitar 1.000 liter air di atas titik-titik api yang sulit dijangkau manusia.
Operasi pemadaman ini melibatkan ratusan personel gabungan. Mulai dari Balai Besar TNBTS, TNI dari Kodim 0819/ Pasuruan, jajaran Polres Pasuruan, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Pasuruan, hingga BPBD Kota Pasuruan.
"Fokus utama kami saat ini adalah menyekat pergerakan api. Baik dari darat menggunakan unit mobil pemadam. Juga waterboom heli dari udara," ujar Letkol Inf Boga Bramiko saat berada di lokasi.
Ia juga berharap agar kebakaran ini segera bisa dikendalikan dan cepat padam.
Hingga Rabu siang, tim gabungan masih terus berjibaku melokalisasi kobaran api di kawasan wisata lereng Bromo tersebut agar dampak kerusakan hutan tidak semakin meluas. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi