PASURUAN, Radar Bromo - Kondisi gelombang laut di perairan Pasuruan diprakirakan relatif landai, dalam lima hari ke depan.
Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mencatat, gelombang di Perairan Pasuruan berada pada kisaran 0,58 hingga 0,72 meter.
Kondisi tersebut, diperkirakan berlangsung mulai 11 Agustus hingga 15 Agustus 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan kondisi gelombang di perairan Pasuruan, masih relatif rendah.
Meski demikian, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi laut sebelum melaut.
“Untuk perairan Pasuruan, tinggi gelombang dalam periode tersebut, masih relatif rendah. Namun, masyarakat yang beraktivitas di laut, tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca. Terutama jika terdapat pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat menyebabkan perubahan kondisi angin dan gelombang,” ujar Rendy.
Ia menjelaskan, kondisi laut tidak hanya dipengaruhi tinggi gelombang yang tercantum dalam prakiraan.
Kemunculan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap, juga patut diwaspadai.
Karena dapat memicu peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang secara tiba-tiba.
“Keberadaan awan cumulonimbus yang luas dan gelap, bisa menambah angin dan tinggi gelombang,” jelasnya.
BMKG mengklasifikasikan gelombang 1,25–2,5 meter sebagai gelombang sedang, 2,5–4 meter sebagai gelombang tinggi, 4–6 meter sangat tinggi, dan di atas 6 meter ekstrem.
Untuk wilayah Pasuruan sendiri, angka maksimum 0,72 meter selama periode prakiraan, masih berada di bawah kategori gelombang sedang tersebut. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin