PASURUAN, Radar Bromo – Populasi sapi di Kota Pasuruan, selama triwulan kedua tahun ini, menurun. Hanya ada 105 ekor. Jumlahnya menurun disebabkan banyak disembelih ketika Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Mei 2026.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Muallif Arif mengatakan, populasi sapi periode April-Juni berkurang. Menurun 62 ekor dibandingkan periode Januari-Maret.
Pada triwulan pertama, populasi sapi mencapai 167 ekor. Memasuki Hari Raya Kurban, banyak masyarakat dan pemilik ternak yang berkurban. Kerimbas terhadap meningkatnya jumlah pemotongan ternak.
“Populasi sapi pada triwulan kedua menurun, hanya ada 105 ekor,” katanya.
Berkurangnya populasi ternak, menurut pria yang akrab disapa Ayik ini, juga terlihat dari tingginya permintaan pemotongan hewan ternak selama Idul Kurban. Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Pasuruan melayani jasa pemotongan sampai hari keempat. Total ada 116 ekor yang dipotong.
Rinciannya, masing-masing 54 ekor untuk sapi dan kambing serta delapan ekor domba. Pada Idul Adha tahun lalu, RPH Blandongan hanya melayani sampai pada hari ketiga. Tingginya antusiasme masyarakat tidak terlepas dari keberadaan juru sembelih halal.
“Tingginya pemotongan RPH ini berimbas pada populasi sapi. Tahun ini, RPH melayani sampai hari keempat. Bertambah satu hari," jelasnya. (riz/rud)
Editor : Fahreza Nuraga