Pengangguran di Kota Pasuruan Didominasi Lulusan SMK

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi pengangguran
Ilustrasi pengangguran

PASURUAN, Radar Bromo- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Pasuruan tahun 2025 mencapai 4,59 persen. Dibanding tahun sebelumnya, menurun. Kala itu mencapai 4,63 persen. Dilihat dari tingkat pendidikan, pengangguran didominasi lulusan SMK.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan Noyo Purwoko mengatakan, dilihat dari pendidikan yang ditamatkan, TPT lulusan SMK mencapai 7,71 persen. Sementara, TPT SMA sebesar 5,12 persen dan TPT lulusan perguruan tinggi sebesar 4,48 persen.

Sementara, tren menurun ditunjukkan oleh TPT lulusan SMP ke bawah. Lulusan SMP justru menjadi pendidikan dengan angka pengangguran paling rendah. Hanya 2,37 persen. Pengangguran lulusan SD, sekitar 2,87 persen.

Dalam tiga tahun terakhir, lulusan SD dan SMP yang menganggur terus menurun. Pada 2023 TPT lulusan SMP mencapai 10,88 persen lalu menurun pada 2024 menjadi 4,01 persen. Begitu juga TPT SD, pada 2023 sempat menyentuh 4,39 persen dan turun menjadi 3,37 persen pada 2024.

Ada perubahan dalam pengangguran dari tingkat pendudukan. Pada 2024, tertinggi lulusan perguruan tinggi sebesar 8,9 persen. Pada 2024, lulusan SMK tertinggi kedua 5,93 persen," kata Noyo.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, tingginya lulusan SMK yang menganggur, menunjukkan tantangan link and match dengan industri formal.

Ada ketidakseimbangan antara jurusan yang populer yang dibuka sekolah dengan sektor industri yang sebenarnya sedang berkembang pesat.

Akhirnya, terjadi penumpukan suplai tenaga kerja di satu bidang, sementara sektor lain yang potensial justru kekurangan tenaga kerja lokal yang kompeten," katanya.

Sementara lulusan SMP lebih rendah karena mereka cenderung lebih fleksibel masuk ke sektor informal. Karena sering penyerapan mereka dalam dunia kerja di sektor informal, sehingga tidak terlalu memilih dalam hal pekerjaan.

Langkah Pemkot adalah memperkuat kolaborasi dengan industri, menggenjot pelatihan bersertifikasi di BLK (Balai Latihan Kerja), dan memperbanyak job fair," ujar Kokoh. (riz/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
Pasuruan lulusan SMK. terbuka pengangguran