MENUNGGU: Warga Penunggul di Nguling di tepi pantai menunggu proses pencarian Sugianto. (Foto: Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)
NGULING,Radar Bromo – Seorang nelayan asal Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat perahu yang ditumpanginya dihantam ombak besar, Sabtu malam (1/8). Hingga Minggu (2/8), korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan bersama nelayan setempat.
Korban diketahui bernama Sugianto, 44, warga Dusun Sawahan, RT 1/RW 2, Desa Penunggul, Kecamatan Nguling. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu diduga hilang di pPerairan Penunggul sekitar pukul 21.30.
Peristiwa tersebut baru dilaporkan kepada Satpolairud Polres Pasuruan sekitar pukul 22.30. Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD serta Basarnas untuk melakukan pencarian.
Berdasarkan keterangan saksi, Sugianto berangkat melaut sekitar pukul 16.30 bersama mertuanya, Misnajin, 76, dan rekannya, Saiful Bahri, 37, menggunakan perahu nelayan kecil berukuran sekitar tiga meter.
Sekitar pukul 20.00, ketiganya memutuskan kembali ke daratan. Namun saat berada sekitar 1,5 kilometer dari bibir Pantai Penunggul, kondisi cuaca memburuk. Angin kencang disertai ombak besar mengguncang perahu.
Dalam situasi tersebut, saksi melihat Sugianto melompat ke laut. Saat ombak kembali menghantam perahu, Saiful Bahri berusaha bertahan dengan memegang tiang perahu sambil memberikan pertolongan kepada korban dengan melempar ban pelampung.
Sayangnya, sebelum korban sempat meraih ban tersebut, ombak besar kembali menerjang hingga Sugianto hilang dari pandangan. Kedua saksi sempat menunggu sekitar 10 menit dengan harapan korban muncul ke permukaan. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
Setelah berhasil mencapai daratan, Misnajin meminta Saiful Bahri mencari bantuan warga. Hingga saat ini, pencarian terus dilakukan oleh tim SAR bersama tiga perahu nelayan yang menyisir lokasi kejadian.
Petugas yang mendatangi lokasi antara lain Ps Kanit Harkan Satpolairud Aiptu Joko Tengger bersama anggota, P.s Kanit Reskrim Polsek Nguling Aipda Salim J, P.s Kanit IK Polsek Nguling Bripka Pefy H, Ka SPKT Polsek Nguling Aipda Aris D, serta ABK Kapal Polisi X-1003 BKO Ditpolairud Polda Jatim.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi membenarkan adanya laporan nelayan yang hilang di Perairan Penunggul. Menurutnya, personel gabungan langsung bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat.
"Begitu menerima laporan, petugas Satpolairud bersama personel Polsek Nguling langsung mendatangi lokasi, melakukan pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas untuk melakukan pencarian terhadap korban. Hingga saat ini proses pencarian masih terus berlangsung," ujar Junaidi.
Ia menambahkan, korban merupakan menantu dari salah seorang saksi, Misnajin, dan sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Junaidi juga mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut yang sedang tidak bersahabat.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut dan tidak memaksakan diri apabila kondisi gelombang maupun angin membahayakan keselamatan," pungkasnya. (zen/fun)