RSUD dr Soedarsono Disomasi Keluarga Pasien, Sebabnya Meninggal Usai Dioperasi

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:45 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

 

PASURUAN, Radar Bromo-Pelayanan medis di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan, disoal. Rumah sakit daerah itu diduga melakukan kelalaian yang berakhir dengan meninggalnya pasien. Korban, Dewi Lestari Wardani meninggal usai menjalani operasi patah tulang.

Pihak keluarga meminta agar rumah sakit memberikan penjelasan resmi terkait kondisi klinis pasien. Termasuk memberikan pertimbangan medis yang mendasari keputusan untuk menjalani operasi. Padahal sebelum operasi, kadar gula darah korban tinggi.

Januar Wahyudi, orang tua asuh korban menuturkan, Dewi mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulang pada lengan kanan sebelah atas pada 6 juli lalu di Jalan dr Wahidin SH, Kelurahan Petamanan, Panggungrejo saat dalam perjalanan pulang. Ia dibawa ke RSUD dr. R Soedarsono.

Korban lalu diminta menjalani tindakan operasi patah tulang. Sebelum dioperasi, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar gula darah pasien mencapai 389 mg/dL. Pihak keluarga tidak memperolah penjelasan yang memadai tentang arti klinis kadar gula darah itu. Saat itu tindakan operasi tetap dilaksanakan.

"Setelah operasi, kondisi pasien menurut pengamatan kami tidak menunjukkan pemulihan yang baik. Kami dapat informasi jika anak kami mengalami gegar otak ringan," kata Januar.

Namun korban diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit pada 9 Juli. Padahal keluarga belum memperoleh informasi yang jelas tentang parameter medis yang menyatakan pasien layak dipulangkan. Termasuk tanda vital, kadar gula darah hingga pelayanan medis yang diberikan.

Tapi pada petangnya, kondisi pasien semakin memburuk. Pihaknya lantas membawa anaknya itu kembali ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan medis diketahui jika kadar gula pasien dilaporkan meningkat hingga 500 mg/dL. Disertai penurunan kesadaran sampai koma.

"Pasien menjalani perawatan lanjutan hingga 14 juli dan dinyatakan meninggal pada 14 Juli. Selama itu anak saya dalam kondisi koma," pungkas Januar.

Januar menyebut, berdasarkan rangkaian peristiwa ini, pihak keluarga menduga terdapat permasalahan dalam proses pelayanan medis. Karena itu pada 24 Juli, pihaknya melayangkan somasi pertama ke rumah sakit. Namun sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan penjelasan.

"Kami meminta pihak rumah sakit terbuka memberikan penjelasan medis tentang kondisi yang dialami anak kami. Namun sejak somasi dilayangkan belum ada penjelasan," tutur Januar.

Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan, dr Adi Widianto menuturkan  mengenai hal itu, nantinya pihak rumah sakit akan menyampaikan melalui Humas.

"Mengenai hal tersebut kami nantinya akan menyampaikan melalui Humas kami ya," katanya.

Di sisi lain, humas RSUD belum membeber detail soal somasi dari keluarga. "Masih kami koordinasikan dulu dengan tim," kata humas RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan, Wasuki. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
rs purut somasi rsud dr r soedarsono operasi