Koperasi Susu di Jatim Siap Topang MBG, GKSI Minta Pemerintah Utamakan Kualitas daripada Harga

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:31 WIB
SIAP TOPANG MBG: Launching dan Sarasehan Penguatan Koperasi Susu bagi Kedaulatan Gizi Nasional di Joglo KUTT Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/7). Koperasi susu Jawa Timur berkomitmen untuk menopang program MBG melalui susu berkualitas. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
SIAP TOPANG MBG: Launching dan Sarasehan Penguatan Koperasi Susu bagi Kedaulatan Gizi Nasional di Joglo KUTT Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/7). Koperasi susu Jawa Timur berkomitmen untuk menopang program MBG melalui susu berkualitas. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo– Koperasi susu di Jawa Timur menegaskan kesiapannya menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun pemerintah diminta tidak hanya berorientasi pada harga murah. Namun juga menjamin kualitas susu.

Komitmen itu mengemuka dalam Launching dan Sarasehan Penguatan Koperasi Susu bagi Kedaulatan Gizi Nasional di Joglo KUTT Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono, Wakil Bupati Pasuruan M. Shobih Asrori, pengurus GKSI Jawa Timur, BPOM, serta industri pengolahan susu.

Sebanyak 18 dari 23 koperasi susu aktif anggota GKSI Jawa Timur hadir dalam forum tersebut. Jumlah itu mewakili sekitar 80 persen produksi susu di Jawa Timur.

Ketua KUTT Suka Makmur Grati Evi Zainal Abidin mengatakan, produk susu pasteurisasi yang dihasilkan koperasinya tidak hanya bergizi, namun juga aman karena telah mendapat pendampingan BPOM dan diaudit. Karena itu, pihaknya siap memasok susu pasteurisasi yang aman dan bergizi bagi program MBG.

Di sisi lain, menurutnya, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus paham agar tidak hanya mempertimbangkan harga murah saat membeli susu. Namun mengutamakan kualitas produk.

"Produk susu yang dibeli harus berkualitas, bukan sekadar yang murah. Kalau kualitas diabaikan, dikhawatirkan justru berdampak pada kesehatan anak-anak," katanya.

Baca Juga: Meski Picu Masalah Kesehatan, Menu MBG SMAN 1 Pandaan Malah Diklaim Negatif dari Zat Berbahaya, Kok Bisa?

Ketua GKSI Jawa Timur Nur Hayyun menilai, pengadaan susu untuk program pemerintah hingga kini lebih mengutamakan harga dibanding kualitas. Sementara koperasi menjual susu murni.

"Kalau orientasinya hanya harga, bagaimana mungkin menghasilkan susu berkualitas. Kami menjual susu murni, bukan menjual air atau bahan pengawet. Kalau bicara gizi anak bangsa, maka kualitas tidak boleh ditawar," tegasnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah memperbaiki tata niaga susu dengan menertibkan perdagangan susu yang tidak melalui koperasi. Juga mengawasi peredaran susu yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

“Selain itu, industri pengolahan susu kami harap memberikan harga yang layak kepada peternak agar peternak terdorong menambah populasi sapi perah. Sehingga produksi nasional meningkat,” lanjutnya.

Wakil Bupati Pasuruan M. Shobih Asrori menambahkan, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar di sektor sapi perah.

Keberadaan koperasi susu selama ini menjadi tulang punggung penyerapan hasil peternak, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

"Potensi peternakan sapi perah di Kabupaten Pasuruan sangat luar biasa. Koperasi susu bukan hanya menjadi wadah penyerapan hasil peternak, tetapi juga penggerak ekonomi kerakyatan," katanya.

Karena itu, koperasi didorong bertransformasi melalui modernisasi manajemen, teknologi pemerahan dan pengolahan, hingga digitalisasi rantai pasok. Sehingga mampu mengambil peran lebih besar dalam mendukung program gizi nasional.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Koperasi Koko Haryono pun mendukung permintaan koperasi. Menurutnya, masa depan Indonesia dapat dimulai dari segelas susu yang berkualitas.

"Kalau kita bicara susu, kita bicara ketahanan pangan, kesejahteraan peternak, dan kualitas generasi penerus bangsa. Karena itu, pemerintah mengapresiasi komitmen koperasi yang mengutamakan kualitas susu untuk anak-anak Indonesia," katanya.

Koko menambahkan, Kementerian Koperasi saat ini mengawal implementasi Peraturan Presiden tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Melalui kebijakan tersebut, koperasi sektor riil, termasuk koperasi susu, akan diintegrasikan dengan berbagai program pemerintah, termasuk MBG.

"Pemerintah akan terus mendorong modernisasi koperasi. Mulai mesin pasteurisasi, penguatan rantai dingin, hingga sistem distribusi agar koperasi mampu memasok susu segar berkualitas secara berkelanjutan. Dengan begitu, kesejahteraan peternak meningkat dan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang aman dan berkualitas," tuturnya. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pasteurisasi Mbg koperasi susu jatim