PURWOREJO, Radar Bromo - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Kota Pasuruan, diundur. Alasannya, bangunan SR permanen di Kelurahan Wironini, Kecamatan Purworejo, belum siap dipakai. Karena itu, hari pertama masuk SR dijadwal ulang menjadi 30 Juli 2026.
Kepala SR Kota Pasuruan Yuli Prihatini mengatakan, awalnya pihaknya merencanakan hari pertama masuk siswa SR, Selasa (14/7). Namun kemudian diundur karena gedung SR permanen tidak memungkinkan untuk difungsikan. Pembangunannya belum rampung.
Progres pembangunan baru mencapai 90 persen. Sejumlah pekerja masih terus mengebut pengerjaan untuk menyelesaikan tahap finishing, berupa pemasangan jendela, bagian atap, pengecatan, hingga perapian.
Pembangunannya ditarget rampung 100 persen pada 30 Juli 2026.
Terkait kondisi ini, Yuli mengaku sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Sesuai arahan wali kota, pelaksanaan hari pertama masuk sekolah diundur lebih dari dua pekan. Siswa baru dan siswa lama juga dijadwalkan masuk serentak pada 30 Juli.
“Karena fisik dan sarana masih belum rampung. Pekerja masih menggarapnya. Penundaan (masuk sekolah) dilakukan agar tidak membahayakan siswa," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengaku terus memantau penyelesaian gedung SR di Kota Pasuruan. Pihaknya berharap pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini rampung tepat waktu. Yakni, pada 30 Juli.
“Kami berharap SR permanen rampung tepat waktu pada 30 juli, sehingga bisa difungsikan untuk kegiatan belajar siswa SR,” ujarnya.
SR permanen ini memiliki 22 bangunan. Mulai dari asrama putra dan asrama putri bagi jenjang SD, SMP, dan SMA. Ada juga kantin, areal parkir kendaraan, musala, lapangan upacara, gedung serbaguna, kolam, dapur, hingga pos jaga. Ada pula asrama guru, lapangan basket, hingga lapangan sepak bola.
Ada tiga jenjang sekolah yang dibangun di lahan seluas 7,3 hektare itu. Yakni, jenjang SD, SMP, dan SMA. Tahun ini ada 206 siswa yang terjaring. Rinciannya, 29 siswa untuk jenjang SD, 87 siswa di jenjang SMP, dan 90 siswa untuk jenjang SMA.
Proyek senilai Rp 1,2 triliun yang dialokasikan dari APBN ini digarap oleh PT Nindya Karya. Anggaran ini digunakan untuk membangun SR di lima daerah. Yakni, di Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta di Kota Malang. Pembangunannya digarap sejak Februari 2026. (riz/rud)
Editor : Fahreza Nuraga