PASURUAN, Radar Bromo - Wajah kawasan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan, bakal semakin apik. Pemkot Pasuruan berencana menyulap salah satu kawasan PKL ini menjadi kawasan inklusi. Dirancang menjadi tempat ramah bagi disabilitas.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, Pemkot berencana menjadikan kawasan Sultan Agung sebagai kawasan kuliner inklusi. Kebetulan kawasan ini sudah menjadi kawasan PKL.
Nantinya seluruh PKL di kawasan ini harus punya izin berusaha, sertifikat halal dan higienis. Kawasan ini juga harus ramah bagi disabiltas, anak-anak, dan warga lanjut usia (lansia). Pemkot juga akan memfasilitasi PKL untuk mendapatkan sertifikat halal.
“Kami ingin menjadikan kawasan Sultan Agung, sebagai ikon kawasan kuliner kota. PKL harus naik kelas dengan punya sertifikat dan izin berusaha," katanya.
Mantan kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan, ini menuturkan, agar ramah disabilitas, fasilitas di kawasan Sultan Agung akan dibenahi. PKL akan berjualan menghadap trotoar. Pemkot akan memasang kanopi di depan gerobak PKL agar pembeli lebih nyaman.
Selain itu, agar ramah disabilitas, trotoar di Jalan Sultan Agung, akan dirombak menjadi lebih rendah, sehingga memudahkan disabilitas netra dan daksa untuk melintas dan bertransaksi. Di setiap gerobak PKL juga akan disiapkan tempat sampah, sehingga kawasan ini tetap bersih.
Kokoh menyebutkan, menu yang dijual PKL juga harus tertulis di gerobak, sehingga memudahkan teman disabilitas rungu. Kantong parkir disiapkan di sisi timur dan barat. Ada gerbang sebagai penunjuk kawasan. Pembeli bisa jalan dari tempat parkir menuju lokasi kuliner.
“Kawasan kuliner ini diharapkan menciptakan efek pengganda. Menjadi pusat ekonomi dan bisa memberi dampak bagi peningkatan pendapatan parkir," jelas Kokoh.
Ketua Paguyuban PKL Sultan Agung Kurnia Assdin Maharani mengatakan, pihaknya mendukung rencana Pemkot mengubah wajah kawasan PKL Sultan Agung. Dengan harapan, PKL bisa naik kelas dan pengunjung juga bisa semakin ramai.
Namun, ia berharap wacana mengibah lokasi PKL berjualan dengan menghadap ke trotoar dikaji ulang. Ia khawatir kondisi ini bisa berdampak terhadap ramainya pembeli. Pihaknya berharap PKL tetap berjualan menghadap jalan.
“Kalau bisa, arah PKL berjualan tidak berubah. Karena kondisi ekonomi masyarakat juga sedang sulit. Kalau tetap dan ditambah disabilitas bisa ramai,” ujarnya. (riz/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni