PASURUAN, Radar Bromo - Ini bisa jadi kabar baik bagi nelayan di Kabupaten dan Kota Pasuruan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, tinggi gelombang di Perairan Pasuruan, masih berada pada kategori rendah hingga 12 Juli 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, tinggi gelombang di Perairan Pasuruan pada Rabu (8/7) berkisar 0,63 meter.
Selanjutnya, pada Kamis (9/7) diprakirakan berada di kisaran 0,55–0,57 meter, Jumat (10/7) 0,55–0,59 meter, Sabtu (11/7) 0,52–0,58 meter, dan Minggu (12/7) 0,50–0,59 meter.
Kondisi tersebut masuk kategori gelombang rendah, sehingga relatif aman untuk aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.
Meski demikian, Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengingatkan nelayan dan masyarakat pesisir, agar tidak lengah.
Sebab, kondisi cuaca di laut dapat berubah dengan cepat. Terutama saat muncul awan cumulonimbus (Cb) yang berpotensi memicu angin kencang dan meningkatkan tinggi gelombang.
"Secara umum, tinggi gelombang di Perairan Pasuruan masih tergolong rendah. Namun masyarakat, khususnya nelayan, tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba akibat pertumbuhan awan cumulonimbus," ujar Rendy.
Sementara itu, BMKG mencatat kondisi berbeda terjadi di perairan selatan Jawa Timur.
Tinggi gelombang di wilayah Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang hingga Banyuwangi masih berkisar 2,17–2,45 meter atau masuk kategori sedang selama periode 8–10 Juli.
Karena itu, pengguna jasa pelayaran dan nelayan di kawasan pesisir selatan diminta meningkatkan kewaspadaan. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin