Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkot Pasuruan Targetkan Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun Ini Menyusut, Ini Strateginya

Fahrizal Firmani • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:11 WIB
SEKTOR NONFORMAL: Deretan PKL yang berjualan di Alun-Alun Kota Pasuruan. Pemerintah mendorong mengurangi pengangguran dengan membuka usaha mandiri. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
SEKTOR NONFORMAL: Deretan PKL yang berjualan di Alun-Alun Kota Pasuruan. Pemerintah mendorong mengurangi pengangguran dengan membuka usaha mandiri. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mengambil langkah berani, dalam dokumen perencanaan makro daerah terbaru.

Pemkot secara resmi menetapkan target Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2026, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Yakni diproyeksikan berada di kisaran angka 4,09 persen hingga 4,95 persen.

Target agresif ini dipasang, sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah, untuk menekan angka pengangguran secara konsisten dan sistematis dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, tren penurunan pengangguran sebenarnya sudah berjalan di jalur yang benar (on the track).

Pada tahun 2024, angka TPT tercatat sebesar 4,63 persen. Angka tersebut kemudian berhasil ditekan menjadi 4,59 persen pada tahun 2025, atau turun sebesar 0,04 persen.

Capaian tahun lalu terbukti memenuhi target makro Pemkot Pasuruan yang saat itu dipatok pada rentang 4,31 persen hingga 4,96 persen.

Baperida Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menuturkan penurunan batas atas dan batas bawah target tahun ini, menunjukkan keseriusan penuh dari Wali Kota Pasuruan, dalam memastikan kesejahteraan warga dan memperluas lapangan kerja.

Meski demikian, Kokoh mengakui, tantangan ke depan tidaklah mudah.

Menurut mantan Kepala Dinsos ini, menurunkan angka pengangguran, tidak bisa mengandalkan satu atau dua instansi saja.

Melainkan membutuhkan kerja keras dan kolaborasi dari seluruh pihak terkait.

"Ini komitmen Pemkot dan Pak Wali memastikan pengangguran di Kota Pasuruan bisa ditekan. Harapannya, ada penurunan yang sistematis setiap tahun. Namun, mengatasi pengangguran harus melalui kolaborasi semua pihak yang terkait," ujar Kokoh.

Guna menjaga momentum penurunan tersebut, Pemkot Pasuruan telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi strategis, yang saling berkesinambungan.

Strategi tersebut meliputi peningkatan kompetensi angkatan kerja lewat berbagai pelatihan, pembinaan usaha mandiri, penguatan UMKM lokal, kemudahan investasi, hingga program pengentasan kerentanan sosial.

"Tantangan pemerintah daerah selanjutnya, adalah menjaga momentum ini agar angka pengangguran terus menurun, dan semakin banyak masyarakat yang terserap di sektor produktif," paparnya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pkl #pengangguran #pedagang #pemkot pasuruan