LEKOK, Radar Bromo-Sejauh ini, belum jelas dari mana asal peluru yang nyasar ke rumah warga di Dusun Gunung Awu, Desa Alas Telogo, Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Namun anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono menduga, peluru nyasar itu berasal dari aktivitas latihan militer di sekitar tempat itu.
Karena itu, ia meminta kegiatan latihan militer dievaluasi agar tidak lagi membahayakan permukiman warga.
Menurutnya, peristiwa peluru nyasar yang kembali terjadi tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa.
Sebab, kasus serupa telah berulang dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan latihan militer.
"Ini merupakan peluru nyasar yang kesekian. Sebelumnya pernah terjadi pada 2019, 2020, hingga yang baru-baru ini mengenai warga di Pasinan. Sekarang kembali mengenai rumah warga. Ini bukan hal sepele, tetapi persoalan yang serius," ujarnya.
Baca Juga: Peluru Nyasar Tembus Atap Rumah Warga Alastlogo Lekok Pasuruan, Jatuh di Dapur
Eko mengatakan, negara harus menjamin rasa aman masyarakat. Dia minta agar satuan yang melaksanakan latihan militer mempertimbangkan secara matang lokasi dan teknis latihan.
Sehingga tidak memunculkan kecemasan maupun ancaman bagi warga sekitar.
"Kami berharap kejadian seperti ini bisa dicegah agar tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Warga yang tinggal di wilayah sekitar lokasi latihan berhak merasa tenang. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab negara untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," tegasnya.
Ia menilai, tim ad hoc yang telah dibentuk perlu diberi ruang bekerja. Sehingga menghasilkan rekomendasi terbaik sebagai solusi jangka panjang.
"Selama belum ada keputusan atau rekomendasi yang jelas dari pemerintah pusat, saya berharap jangan ada latihan militer yang berpotensi menimbulkan korban berikutnya. Jangan sampai kejadian peluru nyasar terus berulang," pungkasnya.
Jawa Pos Radar Bromo juga berupaya mengonfirmasi insiden yang menimpa warga Desa Alas Telogo tersebut kepada Paur PAM Puslatpur 3 Grati Letda Mar Sutikno.
Namun sampai berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi