LEKOK, Radar Bromo– Insiden peluru nyasar mengagetkan warga Dusun Gunung Awu, Desa Alas Telogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi (2/7).
Sebutir peluru menembus atap rumah milik Ketua RT 1, Sulihin, 35, sekitar pukul 06.00. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Saat kejadian, Sulihin berada di ruang televisi bersama istrinya, Misnanik, 34 dan anak bungsunya yang masih berusia dua tahun. Sementara anak pertamanya, Nuri, 11, berada di kamar.
Beberapa saat sebelum peluru menembus atap, Misnanik sedang memasak nasi di dapur. Namun ia meninggalkan kompor karena anak bungsunya terbangun dan meminta susu. Tak lama kemudian terdengar suara benturan keras.
"Pas waktu istri saya meninggalkan dapur, ada suara keras. Pelurunya masuk ke atap tepat di atas kompor. Untung pas istri saya tidak sedang di depan kompor," ujar Sulihin kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Awalnya, keluarga mengira suara tersebut hanya benturan biasa. Mereka baru mengetahui ada peluru nyasar setelah Misnanik menyapu dapur beberapa waktu kemudian.
"Istri saya sempat kaget dan bertanya, apa kok darrr? Saya lihat waktu itu tidak ada apa-apa. Baru setelah istri saya menyapu dapur, ternyata ada peluru nyasar," katanya.
Sulihin menjelaskan, peluru diduga masuk dari bagian atas rumah setelah menembus atap asbes. Lalu jatuh ke area dapur. Hingga Kamis malam, peluru tersebut masih disimpan di rumahnya.
"Harapan saya semoga kejadian seperti ini tidak terulang. Kalau hanya mengenai atap rumah mungkin masih bisa diperbaiki. Tapi kalau sampai mengenai istri atau anak-anak saya bagaimana?" tanyanya.
Peristiwa ini menambah kekhawatiran warga sekitar. Sebab, peluru nyasar tersebut nyaris mengenai penghuni rumah yang saat itu sedang beraktivitas di dapur.
Warga berharap pihak berwenang segera mengusut asal peluru tersebut. Sekaligus memastikan keamanan lingkungan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi