Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gedung Baru di Gondangwetan Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Pasuruan Ditarget Pindah Akhir Juli

Muhamad Busthomi • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:45 WIB

 

Tim Transisi Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan saat melakukan peninjauan lapangan ke gedung sekolah raykat baru di Gondangwetan.
Tim Transisi Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan saat melakukan peninjauan lapangan ke gedung sekolah raykat baru di Gondangwetan.

 

BANGIL, Radar Bromo – Ratusan siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Pasuruan ditarget mulai menempati gedung baru di Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan, akhir Juli mendatang.

Saat ini, pembangunan gedung mencapai hampir 90 persen. Targetnya, pembangunan gedung selesai dan diserahterimakan pada 30 Juli.

Menjelang perpindahan, Tim Transisi Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan terus memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap, aman, dan layak digunakan peserta didik. Tim secara intensif meninjau lokasi pembangunan.

Peninjauan tidak hanya dilakukan untuk melihat perkembangan fisik bangunan. Namun juga memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan sebelum para siswa dipindahkan dari dua lokasi belajar sementara. Yaitu, eks Kantor Bupati Pasuruan di Jalan Hayam Wuruk dan Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso.

Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan Diano Vela Fery Santoso mengatakan, progres pembangunan gedung sejauh ini berjalan sesuai jadwal. Karena itu, fokus utama tim bukan lagi pada aspek teknis pembangunan, melainkan memastikan kesiapan operasional gedung bagi peserta didik.

“Progres pembangunan sejauh ini berjalan sesuai timeline. Peninjauan kami lebih memastikan kesiapan sarana, prasarana, kenyamanan, dan yang paling utama faktor keselamatan bagi peserta didik,” ujarnya.

Tim juga memastikan perlengkapan belajar mulai tersedia di lokasi. Sejumlah fasilitas penunjang seperti bangku, meja, rak, dan lemari telah didatangkan sebagai bagian dari persiapan operasional sebelum gedung ditempati.

“Target serah terima pada 30 Juli. Sementara sarana dan prasarana seperti bangku, meja, rak, dan lemari sudah mulai datang,” katanya.

Gedung Sekolah Rakyat di Gondangwetan dibangun dengan fasilitas yang mengacu pada standar Kementerian Sosial. Selain ruang kelas, kompleks tersebut juga dilengkapi asrama bagi peserta didik dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Termasuk lapangan olahraga.

Meski demikian, masih ada sejumlah kebutuhan yang harus diselesaikan sebelum proses boyongan dilaksanakan. Karena itu, Tim Transisi akan menggelar rapat koordinasi bersama berbagai instansi terkait untuk menginventarisasi seluruh kebutuhan yang masih belum terpenuhi.

Hasil rapat koordinasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada pimpinan dalam bentuk rekomendasi sebagai dasar penyempurnaan seluruh persiapan. Langkah itu dilakukan agar perpindahan ratusan siswa dari lokasi sementara menuju gedung baru dapat berlangsung tanpa kendala.

“Kami akan menggelar rapat koordinasi untuk mendengar berbagai masukan sekaligus menyampaikan rekomendasi kepada pimpinan. Harapannya, saat anak-anak boyongan nanti seluruh aspek kenyamanan dan safety sudah benar-benar siap,” jelasnya.

Bakal Diisi 210 Siswa Baru

Sementara itu, Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan telah menetapkan daftar calon siswa tahun ajaran 2026–2027. Sebanyak 210 siswa akan mengisi gedung baru tersebut, mayoritas berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Dari total 210 siswa, sebanyak 60 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 60 siswa SMA akan menempati Sekolah Rakyat Gondangwetan.

Seluruh calon siswa diseleksi dari 691 anak usia sekolah yang terdata berasal dari kelompok keluarga rentan secara ekonomi. Yakni, desil 1 dan desil 2.

Komposisinya, sebanyak 178 siswa atau 85,42 persen berasal dari desil 1. Sedangkan 32 siswa atau 14,48 persen berasal dari desil 2.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menjelaskan, penetapan calon siswa mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dipadukan dengan pendataan Dinas Sosial. Selain itu, pada tahun ajaran baru ini juga direncanakan menerima tambahan siswa dari luar daerah.

Kota Probolinggo misalnya, akan menitipkan 30 siswa SMA. Sebab, Sekolah Rakyat Terintegrasi 07 di daerah tersebut tidak membuka penerimaan siswa baru untuk jenjang SMP.

“Karena sekolah rakyat ini memang program nasional, maka semua daerah harus men-support,” ujar Rusdi.

Selain menerima siswa baru, gedung Sekolah Rakyat Gondangwetan juga akan menjadi lokasi baru bagi dua Sekolah Rakyat Rintisan yang selama ini menempati gedung sementara. SR 48 Rejoso di Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso akan memindahkan 90 siswa. Sedangkan SR 3 Pasuruan di Jalan Hayam Wuruk akan membawa 148 siswa.

“Semua siswanya akan dipindah di SR Pasuruan di Gondangwetan, bersamaan dengan siswa baru,” katanya. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Sekolah Rakyat #pasuruan #Bupati Rusdi #gondangwetan