Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ajukan Perbaikan Traffic Light 16 Titik di Kota Pasuruan

Fuad Alyzen • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:01 WIB
UNTUK PENYEBERANGAN: Traffic light yang terpasang di Alun-alun Pasuruan. Hampir semua simpang jalan di kota sudah terpasang lampu lalu lintas yang membutuhkan perawatan. (Foto: M Zubaidillah Jawa Pos Radar Bromo)
UNTUK PENYEBERANGAN: Traffic light yang terpasang di Alun-alun Pasuruan. Hampir semua simpang jalan di kota sudah terpasang lampu lalu lintas yang membutuhkan perawatan. (Foto: M Zubaidillah Jawa Pos Radar Bromo)

 PASURUAN, Radar Bromo- Kondisi sejumlah traffic light di Kota Pasuruan masih membutuhkan perhatian. Hingga pertengahan tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan masih mengajukan anggaran untuk memperbaiki lampu lalu lintas yang mengalami kerusakan di berbagai titik.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Pasuruan, Kismen Harianto mengatakan, seluruh titik traffic light yang mengalami kendala telah diajukan dalam usulan anggaran. Namun, pihaknya masih menunggu besaran anggaran yang nantinya disetujui.

"Kami masih mengajukan anggaran perbaikan. Semua traffic light yang terkendala kami usulkan. Tetapi, kami belum tahu nanti yang disetujui berapa," ujarnya.

Kismen menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 16 unit terpasang di persimpangan yang menggunakan traffic light di Kota Pasuruan. Rinciannya, lima unit di persimpangan tiga dan 11 unit di persimpang empat Kota Pasuruan. Dari seluruh titik tersebut, sebagian memerlukan perbaikan agar kembali berfungsi optimal.

Selain traffic light di persimpangan, Dishub juga mencatat terdapat 46 warning light atau lampu peringatan yang tersebar di sejumlah ruas jalan Kota Pasuruan. Perangkat tersebut juga menjadi bagian dari fasilitas keselamatan lalu lintas yang membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkala.

"Total ada 16 simpang, terdiri dari lima unit di simpang tiga dan 11 unit di simpang empat. Sementara warning light yang kami miliki ada 46 unit," jelasnya.

Menurut Kismen, keberadaan traffic light maupun warning light memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran arus kendaraan. Karena itu, Dishub berharap usulan anggaran perbaikan dapat disetujui sehingga fasilitas lalu lintas yang mengalami kerusakan bisa segera ditangani.

Dengan perbaikan tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat meningkat sekaligus meminimalkan potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas akibat perangkat pengatur lalu lintas yang tidak berfungsi optimal.

 

BERHENTI SEJENAK: Kendaraan yang berhenti di traffic light Jalan Wahidin Sudiro Husodo Kota Pasuruan saat pagi hari. Nampak traffic light yang juga terpasang CCTV ETLE. (Foto: M Zubaidillah Jawa Pos Radar Bromo)
BERHENTI SEJENAK: Kendaraan yang berhenti di traffic light Jalan Wahidin Sudiro Husodo Kota Pasuruan saat pagi hari. Nampak traffic light yang juga terpasang CCTV ETLE. (Foto: M Zubaidillah Jawa Pos Radar Bromo)

 

Belum Ada Rencana Penambahan CCTV

 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Pasuruan terus mengandalkan jaringan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) untuk memantau kondisi lalu lintas di berbagai ruas jalan. Hingga pertengahan tahun ini, sedikitnya terdapat sekitar 120 unit CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis di Kota Pasuruan.

Keberadaan kamera pengawas tersebut menjadi salah satu sarana pendukung bagi Dinas Perhubungan (Dishub) dalam melakukan pemantauan arus lalu lintas secara real time. Selain membantu mengawasi kepadatan kendaraan, CCTV juga dimanfaatkan untuk memonitor kondisi persimpangan, mendeteksi potensi kemacetan, hingga menjadi bahan evaluasi rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kismen Harianto mengatakan, jumlah CCTV yang aktif saat ini berkisar 120 unit. Kamera-kamera tersebut dipasang di sejumlah jalan utama, simpang bersinyal, hingga kawasan yang memiliki tingkat aktivitas kendaraan cukup tinggi.

"Kurang lebih ada sekitar 120 CCTV yang tersebar di Kota Pasuruan. Seluruhnya digunakan untuk membantu pemantauan kondisi lalu lintas setiap hari," ujarnya.

Menurut Kismen, keberadaan CCTV cukup membantu petugas dalam mengambil langkah cepat apabila terjadi kepadatan kendaraan maupun gangguan arus lalu lintas.

Dengan pemantauan dari ruang kontrol, petugas dapat mengetahui kondisi di lapangan tanpa harus selalu berada di lokasi.

Selain itu, rekaman CCTV juga dapat menjadi data pendukung untuk melakukan evaluasi terhadap manajemen lalu lintas.

Misalnya, saat dilakukan pengaturan ulang durasi lampu lalu lintas, penerapan rekayasa jalan, maupun penanganan ketika terjadi antrean kendaraan pada jam-jam sibuk.

Ia menjelaskan, pemanfaatan CCTV menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan lalu lintas yang lebih efektif. Informasi yang diperoleh dari kamera pengawas dapat membantu petugas menentukan langkah penanganan secara lebih cepat dan tepat.

Meski demikian, Dishub belum memiliki rencana untuk menambah jumlah CCTV dalam waktu dekat.

Hal itu karena jaringan kamera yang ada saat ini masih dinilai mampu memenuhi kebutuhan pemantauan lalu lintas di wilayah kota.

Dengan tidak adanya penambahan kamera pengawas, Dishub akan lebih memaksimalkan pemanfaatan perangkat yang telah tersedia. Perawatan dan pengawasan terhadap fungsi CCTV juga terus dilakukan agar seluruh perangkat dapat bekerja secara optimal.

Dishub berharap keberadaan sekitar 120 CCTV tersebut mampu mendukung terciptanya lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar.

Selain menjadi alat pemantau bagi petugas, keberadaan kamera pengawas juga diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan karena aktivitas di sejumlah titik persimpangan dan ruas jalan utama terus terpantau. (zen/fun)

 

Editor : Fandi Armanto
#traffic light #pasuruan #cctv #pemkot pasuruan