PASURUAN, Radar Bromo-Kesetaraan gender di Kota Pasuruan semakin baik. Ini ditunjukkan oleh indeks ketimpangan gender (IKG) pada 2025 yang mencapai 0,187 turun 0,005 poin dibanding tahun 2024.
Menurunnya ketimpangan gender mengindikasikan adanya perbaikan dalam kesetaraan gender.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kota Pasuruan, Noyo Purwoko mengungkapkan IKG di Kota Pasuruan dalam kurun lima tahun terakhir secara konsisten mengalami penurunan. IKG tahun 2021 berada pada 0,378 turun menjadi 0,187 pada tahun 2025 atau dengan penurunan 0,024 poin per tahun.
IKG ini sangat dipengaruhi oleh tiga dimensi pembentuk yaitu dimensi kesehatan reproduksi, dimensi pemberdayaan dan dimensi pasar tenaga kerja.
Tiga dimensi pembentuk menunjukkan progres perbaikan. IKG akan optimal apabila kesehatan reproduksi perempuan baik dan pemberdayaan serta pasar kerja perempuan dan laki-laki setara.
Untuk dimensi kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh dua indicator. Yakni indikator proporsi perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF), dan proporsi perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun (MHPK20).
"MTF Kota Pasuruan dalam lima tahun terakhir mengalami perbaikan yang menggembirakan. Sejak tahun 2023 sudah tidak terdapat kejadian perempuan yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan," katanya.
Noyo menjelaskan, untuk dimensi pemberdayaan dipengaruhi oleh dua indikator yaitu persentase anggota legislatif dan persentase penduduk usia 25 tahun keatas dengan pendidikan yang ditamatkan minimal SMA.
Hasil pemilihan legislatif 2024 menempatkan banyak calon perempuan terpilih sebagai anggota legislatif.
Tercatat pada tahun 2025 jumlah anggota legislatif perempuan sebanyak 16,67 persen meningkat tajam dibanding tahun 2021 sebesar 3,33 persen. Peningkatan ini tentunya sangat berpengaruh pada perbaikan dimensi pemberdayaan.
Juga untuk persentase penduduk usia 25 tahun keatas dengan pendidikan yang ditamatkan minimal SMA juga mengalami peningkatan dimana tahun 2021 sebesar 48,94 persen meningkat menjadi 49,79 persen.
"Artinya pendidikan terakhir yang ditamatkan penduduk perempuan semakin membaik. Ini menunjukkan perempuan semakin berdaya," jelas Noyo.
Sedangkan untuk dimensi pasar tenaga kerja juga mengalami perkembangan yang membaik. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan konsisten naik dalam kurun lima tahun terakhir. Yaitu dari 58,98 persen menjadi 66,72 persen, bahkan kenaikan tergolong tinggi yaitu sebesar 7,74 poin atau naik sebesar 1,54 poin per tahun.
"Kondisi ini dipucu oleh peningkatan pendidikan perempuan, perempuan lebih siap untuk masuk dunia kerja baik sektor formal maupun informal dan pergeseran budaya serta tuntutan ekonomi yang mendorong perempuan dapat berperan sebagai pencari nafkah," tuturnya.
Kepala Baperida Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menyebut, keberhasilan menurunkan angka IKG ke level 0,187 menunjukkan bahwa kebijakan pengarusutamaan gender di Kota Pasuruan berjalan efektif. Tantangan pemerintah daerah selanjutnya adalah menjaga konsistensi momentum.
"Agar akses terhadap pasar kerja, pendidikan, dan kesehatan reproduksi kian adil serta aman bagi seluruh warga," jelas Kokoh. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto