DI tengah dinamisnya panggung politik Kabupaten Pasuruan, hadir sebuah narasi perubahan yang diusung oleh sosok pejuang perempuan muda, Hj. Adinda Denisa, S.Psi., M.M.
Sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pasuruan, kiprah politisi muda dari Fraksi Gerindra ini, tidak hanya tertuju pada meja parlemen.
Melainkan melompat jauh ke akar rumput, demi memperjuangkan dua isu krusial: women empowerment (pemberdayaan perempuan) dan kelestarian lingkungan hidup.
Bagi Adinda, perempuan sering kali terjebak dalam stigma keterbatasan ruang gerak.
Persepsi bahwa peran perempuan selesai setelah menginjak usia dewasa dan menikah, menjadi keresahan yang ingin ia patahkan.
Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap minimnya media dan wadah berekspresi bagi kaum hawa di Pasuruan, Adinda menginisiasi program Arah Srikandi. "Saya melihat mereka butuh ruang untuk tampil," ungkap Adinda.


Baginya, perempuan memiliki beban yang banyak dan kerap menjadi korban dalam berbagai isu sosial.
Mereka membutuhkan side place, sebuah wadah aman untuk saling berbagi (sharing) serta meningkatkan pengetahuan (upgrade knowledge).
“Harapan saya, mereka bisa menjadi lebih mandiri, berdaya, dan mampu menciptakan karya nyata, yang dapat mendongkrak kepercayaan diri serta nilai (value) diri mereka,” imbuhnya.
Melalui gerakan kemanusiaan dan edukasi ini, berbagai proyek konkret telah digulirkan.
Mulai dari Arah Srikandi Social Action yang bergerak di bidang kerelawanan serta santunan anak yatim, agenda nonton bareng yang mempererat kebersamaan, hingga berbagai pelatihan keterampilan (skill).
Salah satu terobosan uniknya adalah kelas pelatihan Art Therapy, sebuah media katarsis bagi para perempuan, yang selama ini kesulitan mengekspresikan diri atau bersuara.
Tak hanya kesehatan mental, peningkatan ekonomi juga disasar lewat Kelas MUA bertajuk Grow and Glow, sebuah pelatihan tata rias gratis bagi perempuan di wilayah Pasuruan agar mereka memiliki keahlian mandiri untuk berwirausaha.
Semua kegiatan tersebut kini dipusatkan secara hangat di Teras Warga, sebuah tempat komunal yang sengaja dihidupkan sebagai ruang tumbuh bersama.
Sisi inspiratif seorang Adinda Denisa, tidak berhenti pada isu gender. Perempuan yang sedang menempuh studi Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Ciputra ini, juga menaruh perhatian besar pada isu waste management (pengelolaan sampah).
Ketertarikannya pada kelestarian lingkungan, diwujudkan lewat aksi nyata menyebarkan fasilitas tempat sampah terpilah serta melakukan sosialisasi masif mengenai pengolahan sampah ke sekolah-sekolah di Jawa Timur.
Baginya, edukasi memilah sampah sejak dini, adalah pondasi penting bagi keberlanjutan masa depan bangsa.
Melalui sinergi taktis antara pemberdayaan perempuan dan kelestarian lingkungan, Adinda Denisa membuktikan, bahwa status sebagai wakil rakyat di usia muda adalah kesempatan emas, untuk melahirkan ekosistem masyarakat yang responsif, inklusif, dan berdaya guna dari hati. (one/*)
Profil
Nama: Adinda Denisa S.Psi. M.M
TTL: Jakarta, 5 Mei 1997
Domisili: Gempol, Kabupaten Pasuruan
Partai Politik: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Jabatan: Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2024–2029
Riwayat pendidikan
· Pendidikan Menengah: International Islamic Education Council (IIEC) Jakarta.
· Sarjana (S1): S-1 Psikologi di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.
· Magister (S2): S-2 Magister Manajemen di Universitas Ciputra Surabaya.
· Doktoral (S3): Saat ini sedang menempuh Studi S-3 (Doktor Ilmu Manajemen) di Universitas Ciputra Surabaya.
Pengalaman Kursus dan Pertukaran Internasional
· Overseas Program di IIEC-Al Bayt University, Yordania.
· Intensive Course di Thousand Oaks, Amerika Serikat.
· Intensive Course di Thompson River University, Kamloops, Kanada.
· Airlangga Mobility Leadership and Management Development (Kerja sama UNAIR dengan Management and Science University, Malaysia).
Riwayat Organisasi
· Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan (2024–sekarang).
· Bendahara Tunas Indonesia Raya (TIDAR) — sayap kepemudaan Partai Gerindra.
Editor : Jawanto Arifin