Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

TP PKK Kota Pasuruan Ciptakan Kemandirian dengan Program Selantang yang Mampu Cetak Ratusan Lansia Tangguh

Fahrizal Firmani • Selasa, 30 Juni 2026 | 13:37 WIB
DEKAT: Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus saat mengajak berbicara siswa Selantang. (Diskominfotik Kota Pasuruan for Radar Bromo)
DEKAT: Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus saat mengajak berbicara siswa Selantang. (Diskominfotik Kota Pasuruan for Radar Bromo)

PROGRAM Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pasuruan, terbukti semakin diminati masyarakat.

Memasuki tahun keempat pelaksanaannya sejak digulirkan pada 2023 lalu, program pendidikan non-formal khusus lanjut usia ini, mencatatkan lonjakan pesat pada jumlah lulusannya.

Dari yang awalnya hanya diikuti oleh sekitar 300 siswa pada angkatan pertama, kini jumlah alumni Selantang telah menembus angka lebih dari 800 orang.

Fenomena ini membuktikan, bahwa semangat belajar warga usia senja di Kota Pasuruan, tidak pernah padam.

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, mengungkapkan, fokus utama dari program Selantang ini, adalah membekali para lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif (SMART).

BERBAGI: Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, memberi materi di Selantang. (Diskominfotik Kota Pasuruan for Radar Bromo)

BERBAGI: Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, memberi materi di Selantang. (Diskominfotik Kota Pasuruan for Radar Bromo)

BAHAGIA: Para siswa Selantang yang akhirnya diwisuda. (Diskominfotik Kota Pasuruan for Radar Bromo)
BAHAGIA: Para siswa Selantang yang akhirnya diwisuda. (Diskominfotik Kota Pasuruan for Radar Bromo)

"Semangat para lansia di sini luar biasa. Mayoritas peserta memang berusia sekitar 60 tahun, namun ada juga yang sudah menginjak usia 90 tahun, tetapi tetap antusias mengikuti kelas," ujar perempuan yang akrab disapa Ani tersebut.

Selantang menerapkan sistem pendidikan berjenjang layaknya universitas, yang terdiri dari tiga tingkat: S1, S2, dan S3.

Masing-masing jenjang ditempuh dalam waktu satu tahun, yang terbagi ke dalam 12 kali pertemuan, dengan intensitas dua kali pertemuan setiap bulannya. Materi yang diberikan pun, dirancang secara progresif dan aplikatif.

Pada jenjang S1, siswa dibekali materi dasar untuk menjadi pribadi yang mandiri, seperti teknik perawatan taman.

Masuk ke jenjang S2, fokus diarahkan pada pembentukan karakter lansia yang menyayangi keluarga dengan materi lanjutan.

Sementara pada jenjang tertinggi (S3), para lansia ditempa untuk menjadi pribadi yang peduli dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, kurikulum Selantang juga mencakup edukasi kesehatan seperti manajemen gizi, pencegahan diabetes dan hipertensi, kesehatan mental, hingga materi pengembangan diri seperti public speaking dan kewirausahaan.

Hal paling impresif dari Selantang Kota Pasuruan, adalah operasionalnya yang berjalan 100 persen secara mandiri, tanpa menyerap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Seluruh pengajar yang terdiri dari dokter, profesional, hingga akademisi dari Universitas Wiranegara (Uniwara), memberikan materi secara sukarela, tanpa menerima honor maupun uang transportasi.

Kebutuhan operasional seperti seragam putih-hitam hingga biaya sewa toga untuk wisuda kelulusan, dipenuhi secara mandiri oleh para siswa.

Bahkan, para alumni yang kompeten kini dilibatkan sebagai asisten pengajar jika dosen utama berhalangan hadir.

"Dosennya mengajar tanpa diberi honor atau transport. Semuanya murni mandiri. Namun keterbatasan ini, sama sekali tidak menghalangi program, untuk terus berkembang dan diminati," tegas Ani.

Keberhasilan pengelolaan program berbasis komunitas ini, sukses menarik perhatian secara nasional.

Sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kutai, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten dan Kota Malang, tercatat telah melakukan studi banding ke Kota Pasuruan, untuk mempelajari formula sukses Selantang, agar bisa diduplikasi di daerah mereka masing-masing. (riz/one/*)

 

Menolak Renta dengan Selantang

·                    Nama Program: Selantang (Sekolah Lansia Tangguh) Kota Pasuruan.

·                    Inisiator: Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan.

·                    Usia Program: Memasuki tahun ke-4 sejak digulirkan pada 2023.

·                    Rentang Usia Siswa: Didominasi usia 60 tahun hingga paling senior 90 tahun.

 

Lonjakan Prestasi

·                    Jumlah Lulusan: Melesat tajam dari 300 siswa menjadi lebih dari 800 orang.

·                    Skala Nasional: Menjadi rujukan studi banding daerah lain (Kutai, Tangerang Selatan, Malang).

 

3 Jenjang Kurikulum (1 Tahun per Jenjang, 12 Pertemuan)

·                    Jenjang S1: Membentuk karakter lansia yang Mandiri.

·                    Jenjang S2: Membentuk karakter lansia yang Sayang Keluarga.

·                    Jenjang S3: Membentuk karakter lansia yang Peduli Lingkungan (Alumni bisa jadi asisten pengajar).

 

Ragam Materi Pembelajaran

·                    Kesehatan: Edukasi gizi, pencegahan diabetes, hipertensi, dan kesehatan mental.

·                    Keterampilan: Kewirausahaan, public speaking, hingga teknik perawatan tanaman.

 

Pendanaan Mandiri

·                    Dosen Sukarela: Dokter, profesional, dan akademisi Uniwara mengajar tanpa honor/transport.

·                    Fasilitas Mandiri: Biaya seragam putih-hitam dan sewa toga wisuda ditanggung penuh oleh siswa.

Editor : Jawanto Arifin
#warga belajar #kota pasuruan #TP PKK #pendidikan #Selantang