Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Satu Bangkai Kapal Masih Tertinggal di Sungai Gembong Pasuruan, Begini Kendalanya

Fuad Alyzen • Selasa, 30 Juni 2026 | 11:25 WIB
SIAP DINORMALISASI: Kondisi Sungai Gembong, Kota Pasuruan, yang mulai dinormalisasi. Sejauh ini masih ada bangkai kapal yang belum terangkat. (Camat Panggungrejo for Radar Bromo)
SIAP DINORMALISASI: Kondisi Sungai Gembong, Kota Pasuruan, yang mulai dinormalisasi. Sejauh ini masih ada bangkai kapal yang belum terangkat. (Camat Panggungrejo for Radar Bromo)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Proses normalisasi Sungai Gembong di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, kembali dilanjutkan. Senin (29/6), pekerjaan difokuskan untuk menuntaskan pengangkatan bangkai kapal yang masih tersisa di kawasan Pelabuhan Sungai Gembong.

Camat Panggungrejo Iman Hidayat mengatakan, sejauh ini hanya tinggal satu bangkai kapal yang belum berhasil dievakuasi. Bangkai di area Pelabuhan Sungai Gembong, itu belum dapat diangkat karena berada di titik yang sulit dijangkau alat berat.

“Lokasinya tidak bisa dijangkau alat yang ada, sehingga harus menggunakan ponton untuk proses pengangkatannya," ujarnya.

Alat berat kembali diterjunkan sejak siang untuk melanjutkan normalisasi di sejumlah titik. Selain mengangkat sisa bangkai kapal, petugas juga merapikan sedimen yang masih menghambat aliran sungai.

Iman mengatakan, adanya bangkai kapal yang tenggelam menjadi salah satu penyebab pendangkalan alur Sungai Gembong. Karena itu, normalisasi akan terus dilakukan secara bertahap bila nanti kembali ditemukan bangkai kapal di sepanjang aliran sungai.

“Agar pendangkalan sungai bisa dicegah dan aliran tetap lancar," katanya.

Sebelumnya, pemerintah daerah bersama UPT PSDA Welang Pekalen telah mengevakuasi sejumlah bangkai kapal yang menghambat alur sungai. Upaya ini dibarengi dengan pengerukan sedimen di beberapa titik untuk mempermudah aktivitas perahu nelayan saat keluar masuk maupun bersandar di kawasan pelabuhan.

Pemerintah daerah berharap proses pengangkatan satu bangkai kapal yang tersisa dapat segera dilakukan. Dengan demikian, normalisasi Sungai Gembong dapat tuntas dan risiko pendangkalan maupun luapan air saat rob dapat diminimalkan. (zen/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#pasuruan #normalisasi #sungai gembong