Jagat olahraga Kabupaten Pasuruan dahulu hanyalah sebuah kain putih yang sepi dari coretan tinta emas. Di panggung olahraga Jawa Timur, daerah ini kerap dipandang sebelah mata. Tapi (Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pasuruan merubahnya dan mengangkat prestasi atlet kini bisa sejajar dan diperhitungkan dengan kota-kota besar.
MENJADI induk olahraga tak semudah membalikkan telapak tangan. Kekompakkan antarpengurus dan sinergi dengan pemerintah menjadi kuncinya. Sebuah hal yang dilakukan KONI Kabupaten Pasuruan meskipun berganti pengurus maupun terjadi perubahan pimpinan daerah.
Ini dibuktikan dengan prestasi Kabupaten Pasuruan di kancah regional. Di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) misalnya. KONI Kabupaten Pasuruan selalu masuk dalam 10 besar.
Kurun waktu 2 dekade, atlet Kabupaten Pasuruan juga kerap mengikuti ajang olahraga di level nasional maupun internasional.
Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Mamat Aryo Setiawan mengatakan, organisasinya memang memiliki tujuan utama melakukan pembinaan terhadap cabang olahraga dan atlet di Kabupaten Pasuruan. Pembinaan selama ini sukses karena KONI memiliki program unggulan.
“Kami selalu membuat pusat pelatihan cabang olahraga (puslatcab) yang tersistem setiap kali menghadapi event olahraga. Dari puslatcab inilah kami bisa menjaring sekaligus membimbing atlet agar mereka memiliki prestasi yang selalu naik tingkat,” beber pria yang juga lawyer itu.
Langkah KONI Kabupaten Pasuruan ini juga dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk membentengi atlet lokal agar tidak "dibajak" oleh daerah lain. Dengan membina atlet sejak usia dini di sekolah asal mereka, akan terbangun ikatan emosional dan rasa bangga yang kuat untuk membela tanah kelahiran.
“KONI selalu ngemong atlet. Kami bersinergi dengan Pemkab Pasuruan, seperti saat pelaksanaan Porprov IX lalu. Atlet yang meraih medali tidak hanya diberi bonus fresh money. Tetapi juga beasiswa kuliah. Dengan begitu atlet totalitas untuk membela Kabupaten Pasuruan,” beber Mamat.
Membumikan Olahraga dengan Jalin MoU Bersama Instansi Pendidikan
KONI Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi olahraga di wilayahnya.
Langkah strategis diambil dengan menjalin kerja sama resmi melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan maupun Cabang Dinas Pendidikan.
Kerja sama ini menjadi babak baru dalam upaya "membumikan" olahraga di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat sistem penjaringan atlet potensial sejak usia sekolah.
Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Mamat Aryo Setiawan menyampaikan, kerja sama ini didasari oleh pentingnya sinergi antara otoritas olahraga dan lembaga pendidikan. Sekolah dinilai sebagai hulu dari pembibitan atlet yang paling potensial.
"Jika ingin memajukan prestasi olahraga di Kabupaten Pasuruan, kami harus memulainya dari akar rumput. Sekolah adalah tempat berkumpulnya anak-anak berbakat. Melalui MoU dengan Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan, kami ingin memastikan bakat-bakat terpendam di pelosok daerah dapat terpantau, terarah, dan terbina dengan baik sejak dini," ujarnya.
MoU ini, lanjut Mamat, menjadikan sekolah sebagai basis kekuataan pembinaan dan prestasi cabang olahraga yang dinaungi KONI. Pengurus cabang olahraga akan lebih mudah masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan asistensi teknis, memantau kegiatan ekstrakurikuler, hingga menyelenggarakan kompetisi antar-pelajar secara berkala.
Gayung bersambut, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dan Cabang Dinas pendidikan menyambut baik langkah progresif KONI.
Sinergi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali gairah olahraga di lingkungan sekolah sekaligus menyelaraskan program kebugaran jasmani siswa dengan target prestasi daerah.
Dengan MoU ini, sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dan Cabang Dinas Pendidikan, memiliki acuan yang jelas untuk mengoptimalkan potensi siswanya di bidang non-akademik, khususnya olahraga.
Selain itu, kolaborasi ini diproyeksikan mampu menyaring bibit-bibit unggul yang nantinya siap diterjunkan dalam ajang bergengsi, seperti POPDA hingga Porprov.
Melalui program "Membumikan Olahraga" ini, KONI Kabupaten Pasuruan optimistis olahraga tidak hanya dipandang sebagai ajang meraih medali, melainkan sebagai gaya hidup sehat masyarakat dan wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berjiwa kompetitif.
Peringkat Kabupaten Pasuruan di Ajang Porprov
Porprov Rangking
VI (2019 di Lamongan, Gresik, Tuban, Bojonegoro) 6
VII (2022 di Lumajang Raya) 6
VIII (2023 di Sidoarjo Raya) 6
IX (2025 di Malang Raya 8
(fun/*)
Editor : Fandi Armanto