Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

PT PLN Indonesia Power UBP Grati Ciptakan Inovasi Eco Agropeneur Ciptakan Kemandirian Perekonomian Berbasis Ramah Lingkungan

Untoro Ariyadi • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:11 WIB
BERKELANJUTAN: Penanaman pohon beringin sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya air. (Foto: Indonesia Power for Jawa Pos Radar Bromo)
BERKELANJUTAN: Penanaman pohon beringin sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya air. (Foto: Indonesia Power for Jawa Pos Radar Bromo)

 Di era globalisasi dan ritme teknologi seperti sekarang ini, konsep bisnis terus berkembang dan berinovasi. Salah satunya konsep bisnis yang berbasis  ramah lingkungan. Konsep ini bukan hanya berbisnis semata, namun juga di dalamnya ada upaya menjaga kelestarian lingkungan.

BERANGKAT dari misi bisnis yang environment friendly ini, PT PLN Indonesia Power UBP Grati menghadirkan inovasi sosial yang diberi nama Eco Agropreneur. Inovasi ini memiliki tujuan atau fokus utama peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga pelestarian hutan.

Implementasi dari inovasi tersebut dijalankan menggandeng kelompok masyarakat yang berada di lereng Gunung Arjuno. Dipilihnya kawasan lereng gunung Arjuno karena kawasan ini memegang peran penting sebagai hulu yang bisa menampung air hujan. Selain itu untuk mencegah banjir di hilir Kabupaten maupun Kota Pasuruan.

Erwin Andy Herlambang selaku Senior Manager Unit PT PLN IP UBP Grati mengatakan, ada 3 faktor utama dipilihnya kawasan lereng gunung Arjuno. Pertama, faktor lingkungan, di mana kotoran hewan ternak yang berjumlah sekitar 5-10 ton belum termanfaatkan. Kemudian akses pengairan ke lahan masih minim.

Kedua, faktor sosial dimana sumber daya manusia terhadap pengetahuan manajemen lahan dan pertanian organik masih rendah. “Selain itu faktor ekonomi dimana pendapatan warga masih rendah,” jelas Erwin.

Ada empat misi utama dari program ini. Pertama, menciptakan ketahanan pangan melalui usaha tani kentang, wortel, ketela, sayuran serta peternakan kambing dan sapi. Kedua, pertanian berkelanjutan melalui pengembangan pertanian dan peternakan berkelanjutan.

Misi ketiga sebagai mitigasi kebakaran lahan dan tanah longsor melalui pengembangan pertanian sistem terasering. Fokus keempat membidik konservasi hutan melalui penanaman pohon ficus (beringin) dan pengembangan Ecoagro ekosistem.

Inovasi Eco Agropreneur berjalan sejak tahun 2023 yang lalu. Dimana langkah awal pihak perusahaan melakukan inisiasi berupa asesmen Kelompok Perhutanan Sosial dan pendampingan kelompok. Di awal tahun inisiasi ini juga diserahkan bantuan alat pengolahan tanah atau yang biasa disebut Kultivator.

Selanjutnya di tahun 2024 dilakukan penguatan organisasi. Ada dua misi penguatan yang dijalankan di tahun ini. Pertama pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Sedangkan organisasi yang digandeng meliputi Tim Siaga bencana Jatiarjo dan kelompok tani Sumadi (Sumber Makmur Abadi).

Tahun berikutnya dilakukan program pertanian berkelanjutan. Tahun 2025 dilakukan aplikasi pupuk organic cair (POC) bagi poktan Sumadi. Di sini diberikan pengetahuan teknis dan praktik langsung dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk cair organik yang bernilai guna dan ekonomis.

Kemudian di tahun ini, dilakukan berbagai upaya dalam rangka memperkuat ketahanan pangan. Meliputi Kelas Belajar POC, gerakan tanam ficus, pembuatan rumah produksi pupuk dan budi daya holtikultura. Dilakukan juga penguatan tim siaga bencana desa. Beberapa upaya ini juga dibarengi inovasi sistem pertanian berkelanjutan.

“Program Eco Agropreneur tidak hanya berorientasi pada penghijauan, namun ada manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan,” tambah Erwin.

Selain itu, Eco Agropeneur juga diyakini mengurangi dampak negatif dari kegiatan bisnisnya terhadap lingkungan. Misalnya dengan mengurangi limbah lingkungan dan menggunakan sumber daya yang bisa diperbarui.

SINERGI: Fokus Group Discussion (FGD) membahas kesepahaman program Eco Agropreneur bersama kelompok-kelompok masyarakat Jatiarjo, Prigen. (Foto: Indonesia Power for Jawa Pos Radar Bromo)
SINERGI: Fokus Group Discussion (FGD) membahas kesepahaman program Eco Agropreneur bersama kelompok-kelompok masyarakat Jatiarjo, Prigen. (Foto: Indonesia Power for Jawa Pos Radar Bromo)

 Tahun 2027 Bidik Kemandirian Kelompok

INOVASI Eco Agropreneur yang dimiliki PT PLN IP Indonesia Power memiliki road maps yang jelas. Tahun depan, perusahaan membidik kemandirian kelompok-kelompok yang telah menjalankan program tersebut.

Ada beberapa langkah yang sudah disiapkan guna menunjang kemandirian kelompok tersebut. Diantaranya disiapkan Eco Agropreneur Learning Center dan Inkubator Bisnis Jatiarjo.

‘’Sesuai dengan misi program berkelanjutan, kami ingin menciptakan kemandirian kelompok pada tahun depan,’’.Eco Agropreneur memiliki pandangan jangka panjang terhadap bisnis sekaligus berdampak positif pada lingkungan di masa depan. 

RAMAH LINGKUNGAN: Pelatihan pembuatan pupuk organik upaya meningkatkan  pengetahuan bertani sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. (Foto: Indonesia Power for Jawa Pos Radar Bromo)
RAMAH LINGKUNGAN: Pelatihan pembuatan pupuk organik upaya meningkatkan pengetahuan bertani sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. (Foto: Indonesia Power for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Stakeholder Program Eco Agropreneur

1.      Kelompok Sejahtera Mandiri

-          Produksi pupuk padat dari kohe

-          Pendampingan sejak 2026

-          Lokasi : Desa Jatiarjo

 

2.      Kelompok Tani Sumadi

-          Tanam kopi, wortel, kentang

-   Pendampingan sejak 2023

-  Lokasi : Desa Jatiarjo

 

3.      Kelompok Siaga Bencana Desa Jatiarjo

-          Kelompok Peduli Air

-          Penanggulangan bencana di desa

-          Sejak 2024

-          Lokasi : Desa Jatiarjo

 

4.      LPHD Arjuna Lestari

-          Pertanian kentang, kacang kapri, kopi

-          Pendampingan sejak 2026

-          Lokasi : Desa Jatiarjo

 

5.      Pemerintah Desa Jatiarjo

6.      Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur

7.      Balai Perhutanan Sosial

8.      Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan

9.      P4S Tani Makmur

 

(unt/fun/*)

Editor : Fandi Armanto
#Radar Bromo Award 2026 #pt pln #indonesia power