Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BB TNBTS Sebut Kericuhan Dipicu Masalah Tiket, Beda Pendapat saat Pemeriksaan

Fuad Alyzen • Senin, 29 Juni 2026 | 18:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo- Kericuhan yang sempat terjadi di pintu masuk kawasan wisata Bromo melalui Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (27/6) dini hari, dipastikan tuntas. Para pihak sudah duduk bersama dan sepakat menyelesaikan permasalah ini secara kekeluargaan.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberikan penjelasan resmi terkait masalah ini. Dalam klarifikasinya, BB TNBTS menegaskan insiden ini dipicu perbedaan pendapat saat pemeriksaan tiket masuk hingga berujung aksi saling dorong dan kekerasan fisik.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, peristiwa bermula ketika petugas memeriksa dan memverifikasi data pengunjung sebelum memasuki kawasan TNBTS. Tujuannya, untuk memastikan jumlah wisatawan sesuai data pemesanan atau booking yang tercatat di sistem.

Dalam proses itu, ditemukan sejumlah tiket yang dibawa pelaku jasa wisata tidak sesuai dengan jumlah pengunjung yang akan masuk. Kondisi ini memicu adu argumen antara petugas dengan beberapa pelaku jasa wisata.

“Petugas hanya menjalankan prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan, untuk memastikan seluruh data pengunjung sesuai dengan sistem dan demi keselamatan serta ketertiban administrasi," ujar Rudijanta.

Menurutnya, situasi semakin memanas ketika terdapat upaya mengajak pengemudi jip lainnya agar tidak mengikuti prosedur pemeriksaan dan tetap masuk tanpa melakukan pemindaian QR Code sebagaimana aturan. Perbedaan pendapat itu, kemudian berkembang menjadi kericuhan yang disertai tindakan kekerasan fisik.

Terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya pemukulan oleh aparat, BB TNBTS menegaskan informasi tersebut tidak menggambarkan rangkaian kejadian secara utuh.

Berdasarkan hasil klarifikasi internal, tindakan kekerasan lebih dahulu dilakukan oknum pelaku jasa wisata yang melakukan provokasi sekaligus menyerang petugas BB TNBTS dan personel Marinir TNI AL yang sedang melakukan pengamanan.

Akibat kondisi itu, petugas disebut melakukan tindakan spontan sebagai bentuk pembelaan diri. Sekaligus menghentikan penyerangan yang sedang berlangsung.

“Informasi yang berkembang seolah-olah aparat melakukan pemukulan secara sepihak tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa. Tindakan petugas merupakan respons spontan atau refleks untuk melindungi diri dan petugas lainnya dari serangan yang terjadi," tegas Rudijanta.

Setelah situasi sempat kondusif, aktivitas pelayanan di pintu masuk kembali normal. Minggu dini hari hingga pagi kembali terjadi kericuhan susulan setelah sejumlah pelaku jasa wisata mendatangi pintu masuk dan melakukan tindakan yang mengarah pada penyerangan terhadap petugas maupun personel pengamanan.

Petugas bersama aparat pengamanan kemudian mengambil langkah pengendalian situasi. Agar konflik tidak semakin meluas sekaligus memastikan pelayanan terhadap wisatawan tetap berlangsung.

Persoalan tersebut akhirnya dimediasi di Kantor Resort PTN Gunung Penanjakan dengan difasilitasi Polsek Tosari, pukul 06.21. Dalam pertemuan, seluruh pihak menyampaikan penjelasan masing-masing dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Para pihak juga saling memahami serta saling memaafkan.

“Kami mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak mudah menyebarkan potongan video maupun informasi yang tidak utuh karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. BB TNBTS tetap berkomitmen memberikan pelayanan sesuai prosedur demi keselamatan pengunjung, ketertiban administrasi, dan pengelolaan kawasan konservasi yang lebih baik,” jelasnya. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#kericuhan #pintu masuk #wonokitri #wisata bromo #tosari