Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Respons Apindo dan Bupati Pasuruan soal Kabar Ada Pabrik Otomotif Boyongan ke Vietnam

Muhamad Busthomi • Kamis, 25 Juni 2026 | 22:16 WIB
Bupati Pasuruan Mas Rusdi. (Dokumen Radar Bromo)
Bupati Pasuruan Mas Rusdi. (Dokumen Radar Bromo)

 

BANGIL, Radar Bromo – Kabar rencana relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Jawa Timur ke Vietnam, mulai menjadi perhatian serius. Sebab, salah satu perusahaan yang disebut dalam isu tersebut diketahui beroperasi di Kabupaten Pasuruan. Apindo pun menegaskan tidak akan tinggal diam.

Informasi itu mencuat setelah Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengungkap adanya rencana dua perusahaan komponen otomotif di Jawa Timur yang akan pindah ke Vietnam.

Dalam pernyataannya, Said Iqbal hanya menyebut inisial kedua perusahaan tersebut.

Yaitu PT J dan PT S. Namun hingga saat ini, belum ada pengumuman maupun keputusan resmi dari perusahaan terkait mengenai kepastian relokasi tersebut.

Kabar itu langsung mendapat perhatian dari Apindo Kabupaten Pasuruan. Sekretaris Apindo Kabupaten Pasuruan Anis Mubarok membenarkan bahwa isu relokasi perusahaan itu sedang menjadi pembahasan berbagai pihak.

Namun pembicaraan yang berkembang saat ini masih berada pada tahap awal. Belum menghasilkan keputusan final. “Masih tahap pembahasan. Belum final,” ujarnya.

Apindo sendiri, menurutnya, tidak tinggal diam menyikapi kabar yang beredar. Bersama pemerintah daerah dan unsur serikat pekerja, Apindo terus melakukan komunikasi serta berbagai langkah.

Baca Juga: Pemkab Pasuruan Gelar Karpet Merah untuk Investasi Jumbo, Bisa Serap 2 Ribu Tenaga Kerja

Harapannya, perusahaan tetap mempertahankan investasinya di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pasuruan.            

Sebab, industri otomotif selama ini menjadi salah satu tulang punggung sektor industri di Kabupaten Pasuruan. Industri tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Namun juga menghidupkan berbagai sektor usaha pendukung yang terhubung dalam rantai pasok industri.

Jika relokasi benar-benar terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan pekerja. Namun juga pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem industri tersebut.

 “Kami bersama elemen lain mengupayakan agar perusahaan tidak pindah. Kami sudah berkomunikasi dengan unsur pemerintah dan serikat pekerja,” katanya.

Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo saat dikonfirmasi menegaskan, hingga saat ini perusahaan dengan inisial PT J masih operasional seperti biasa.

Belum menunjukkan adanya rencana untuk memindahkan kegiatan usahanya ke luar negeri.

“Setahu kami, PT J tetap beroperasi seperti biasa dan tidak ada rencana pindah,” kata Rusdi dalam keterangannya.

Rusdi menegaskan, Pemkab Pasuruan terus berupaya menjaga iklim investasi agar tetap sehat dan kondusif.

Menurutnya, kepastian usaha serta kenyamanan investor menjadi faktor penting untuk memastikan investasi yang sudah masuk ke Kabupaten Pasuruan dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas dunia usaha. Sekaligus menciptakan lingkungan investasi yang mampu memberikan rasa aman bagi para investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Pasuruan.

“Kabupaten Pasuruan terus menjaga iklim investasi yang sehat untuk mewujudkan Kabupaten Pasuruan yang lebih maju,” katanya. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#apindo #bupati pasuruan #pasuruan #vietnam #otomotif