PASURUAN, Radar Bromo—Setelah dua hari pencarian intensif, operasi gabungan akhirnya menemukan nelayan yang hilang akibat terhantam ombak di Perairan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Korban Asad, 52, ditemukan dalam kondisi sudah meninggal Rabu (24/6) pukul 07.00.
Jasad korban ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan asal Dusun Kramat, Desa Pulokerto, Kraton.
Saat itu, saksi yang tengah melaut di sekitar lokasi kejadian melihat sesosok tubuh mengambang di perairan Kraton.
Saksi langsung menyampaikan temuan itu pada warga sekitar dan diteruskan kepada keluarga korban yang sejak dua hari terakhir melakukan pencarian.
Ali, salah satu anggota keluarga korban langsung menuju lokasi untuk memastikan identitas jenazah.
Setelah jenazah dicek, keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Asad. Nelayan asal Kelurahan/Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, yang dilaporkan hilang sejak Senin sore (22/6).
Baca Juga: Perahu Dihantam Ombak Tiga Kali, Nelayan Asal Pohjentrek Hilang di Perairan Kraton Pasuruan
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju Pelabuhan Pasuruan dengan melibatkan nelayan setempat, personel Satpolairud Polres Pasuruan Kota, serta petugas BPBD.
Sekitar pukul 08.00, jenazah tiba di Pelabuhan Pasuruan dan langsung dibawa ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
“Kurang lebih pukul 07.00 korban ditemukan oleh nelayan dalam kondisi mengambang di sekitar lokasi kejadian. Nelayan kemudian menghubungi keluarga korban dan setelah dikonfirmasi, memang benar korban adalah Asad yang sebelumnya dilaporkan hilang,” jelasnya.
Dengan ditemukannya korban, menurut Junaidi, operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan resmi dihentikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.
Koordinator Tim SAR Gabungan Candra Kristyawan menambahkan, korban ditemukan sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKK). Yaitu pada koordinat 7°30′54.28'' LS dan 112°53′22.91'' BT.
“Korban ditemukan pukul 07.53 dengan posisi sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kejadian awal. Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Dengan ditemukannya korban, menurut Candra, maka operasi SAR resmi ditutup.
Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada nelayan, relawan, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh pihak yang membantu pencarian sejak hari pertama.
Sementara itu, Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengatakan, pihak keluarga menolak visum atas korban.
Keluarga memilih langsung membawa jenazah korban ke rumah duka untuk dimakamkan di Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi