PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menetapkan target ambisius, untuk menekan angka kemiskinan pada tahun 2026 di kisaran 5,07 hingga 5,80 persen.
Guna mengejar target tersebut, pemkot melakukan perombakan strategi intervensi dengan mengalihkan fokus bantuan ke sektor pemberdayaan yang produktif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, angka kemiskinan pada tahun 2025 berhasil diturunkan dari 6,32 persen menjadi 6,18 persen, atau mengalami penurunan sebesar 0,14 persen.
Kendati menunjukkan tren positif, realisasi ini diakui masih memiliki selisih (gap) yang cukup besar dari target tahun 2025 yang dipatok antara 5,10 persen hingga 5,99 persen.
Kepala Bapperida Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menjelaskan penurunan ke angka 6,18 persen, merupakan progres positif yang mencerminkan berjalannya program pengentasan kemiskinan.
Namun, ia tidak memungkiri adanya tantangan besar berupa dinamika ekonomi makro, yang terus bergerak di lapangan.
"Untuk mencapai target tahun 2026, Pemkot Pasuruan akan merapatkan barisan lintas perangkat daerah, agar intervensi yang dilakukan jauh lebih presisi. Konsep utamanya bukan lagi sekadar membagikan bantuan rutin, melainkan pemberdayaan masyarakat," ujar Kokoh.
Kokoh memaparkan, pergerakan angka kemiskinan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, melainkan sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dan inflasi. Khususnya pada komoditas bahan pangan pokok.
Ketika harga kebutuhan pokok melonjak, Garis Kemiskinan otomatis akan naik. Kondisi ini membuat kelompok masyarakat rentan miskin (near poor) berisiko tinggi tergelincir kembali ke bawah garis kemiskinan, akibat pendapatan yang stagnan.
"Karena fenomena tersebut, Kota Pasuruan membutuhkan intervensi mendalam yang berkelanjutan, bukan sekadar program bantuan sosial (bansos) rutin. Kami menargetkan terciptanya ekosistem masyarakat yang berdaya bersama, berdaya usaha, berdaya finansial, hingga mampu bersaing secara global," jelasnya. (riz/one)
Target Kemiskinan Kota Pasuruan
Data dan Target
· Realisasi 2024: 6,32 persen
· Realisasi 2025: 6,18 persen (Turun 0,14 persen)
· Target 2026: 5,07 persen – 5,80 persen
Perubahan Strategi
· DULU: Bantuan Sosial (Bansos) Rutin
· SEKARANG: Pemberdayaan Masyarakat Produktif
Tantangan Utama
· Inflasi Bahan Pangan (Menaikkan Garis Kemiskinan)
· Kelompok Rentan (Near Poor) (Rawan jatuh miskin kembali)
Editor : Jawanto Arifin