Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perahu Dihantam Ombak Tiga Kali, Nelayan Asal Pohjentrek Hilang di Perairan Kraton Pasuruan  

Fuad Alyzen • Senin, 22 Juni 2026 | 20:21 WIB
MENUNGGU KABAR: Petugas kepolisian saat meminta keterangan pada sejumlah kerabat korban.
MENUNGGU KABAR: Petugas kepolisian saat meminta keterangan pada sejumlah kerabat korban.

 

KRATON, Radar Bromo–Seorang nelayan asal Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut. Itu setelah perahu yang ditumpanginya dihantam ombak di Perairan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin (22/6) sore.

Korban diketahui bernama Asad, 52. Hingga Senin malam, keberadaannya masih belum ditemukan meski sempat dilakukan pencarian oleh sesama nelayan di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban bersama tiga nelayan lainnya berangkat melaut dari Perairan Panggungrejo untuk mencari ikan di wilayah perairan Sidoarjo.

Namun, baru sekitar 30 menit berlayar dan tiba di Perairan Kraton, cuaca dan kondisi gelombang laut mendadak memburuk.

Perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak besar sebanyak tiga kali dari sisi lambung kanan.

Akibat terjangan ombak tersebut, perahu kemasukan air hingga nyaris tenggelam. Korban yang saat itu berada di bagian belakang perahu sebagai nakhoda terlempar ke laut.

"Tiga nelayan lainnya masih berada di atas perahu dan langsung berteriak meminta pertolongan kepada nelayan lain yang kebetulan melintas di sekitar lokasi," ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi.

Baca Juga: Manusia Silver yang Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala di Pilang Probolinggo Sudah Lama Meninggalkan Rumah

Menurut Junaidi, ketiga nelayan yang selamat kemudian dievakuasi oleh perahu nelayan lain. Setelah proses penyelamatan, mereka bersama-sama berupaya mencari korban yang terjatuh ke laut.

"Setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, korban belum berhasil ditemukan. Karena kondisi sudah malam dan jarak pandang terbatas, para nelayan kembali ke darat dan melaporkan kejadian tersebut kepada Satpolairud Polres Pasuruan Kota," imbuhnya.

Laporan mengenai hilangnya korban diterima Satpolairud Polres Pasuruan Kota sekitar pukul 18.00 WIB.

Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan upaya pencarian lanjutan.

Junaidi menambahkan, hingga berita ini ditulis korban masih dinyatakan hilang dan proses pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (23/6).

"Korban masih dalam pencarian. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pencarian lanjutan dan berharap korban segera ditemukan," jelasnya. (zen/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #nelayan #pohjentrek #kraton #ombak