Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DLHKP Kota Pasuruan Tak Tambah TPS Terpadu Baru, Ini Pemicunya

Fahrizal Firmani • Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB
DIMAKSIMALKAN: TPS Terpadu Krapyakrejo yang dibangun tahun lalu. Tahun ini, tidak ada tambahan TPS-T baru. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
DIMAKSIMALKAN: TPS Terpadu Krapyakrejo yang dibangun tahun lalu. Tahun ini, tidak ada tambahan TPS-T baru. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota Pasuruan memutuskan tidak menambah pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPS-T) baru, pada tahun ini.

Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan memilih fokus memaksimalkan operasional satu-satunya TPS-T, yang telah tersedia di Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Kepala DLHKP Kota Pasuruan, Samsul Rizal, menguraikan fasilitas pengolahan sampah modern di Krapyakrejo yang rampung akhir tahun lalu itu, kini dijadikan sebagai proyek percontohan (pilot project).

"Tahun ini, belum ada penambahan TPS-T baru. Kami sementara berfokus memaksimalkan fungsi dari TPS-T Krapyakrejo yang sudah terbangun akhir tahun lalu," ujar Rizal-sapaannya.

Menurut Rizal, keberadaan TPS-T ini sangat krusial, untuk mengubah sistem tata kelola sampah hilir di Kota Pasuruan.

Dari metode pemilahan manual menjadi lebih modern dengan dukungan teknologi pengolahan.

Langkah mekanisasi ini dinilai jauh lebih maksimal dalam memilah jenis sampah, yang masih memiliki nilai daur ulang.

Target utama dari optimalisasi TPS-T ini, adalah merealisasikan konsep lingkungan bebas sampah (zero waste).

Dengan memilah sampah sejak dari tingkat TPS-T, pemerintah daerah dapat menekan secara signifikan beban volume sampah harian, yang dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blandongan.

Berdasarkan data DLHKP, volume sampah yang masuk ke TPA Blandongan saat ini, tergolong sangat tinggi.

Rata-rata 104 ton setiap harinya. Di mana mayoritas disumbang oleh sampah sektor rumah tangga.

Jika penerapan teknologi pengolahan sampah di TPS-T Krapyakrejo ini terbukti efektif dan membuahkan hasil signifikan, DLHKP membuka peluang besar untuk mereplikasi.

Serta memperluas fasilitas serupa, ke berbagai TPS lain di seluruh wilayah Kota Pasuruan. Agar menyelamatkan daya tampung TPA, dari risiko kelebihan kapasitas. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #TPS Terpadu #dlhkp #sampah #tpa