PASURUAN, Radar Bromo - Cuaca di wilayah Pasuruan dan sekitarnya, masih terpantau relatif kondusif.
Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, agar tidak lengah. Sebab, atmosfer di Jawa Timur bagian timur, masih mendukung terbentuknya awan konvektif yang dapat memicu thunderstorm atau badai guntur dalam kategori lemah.
Berdasarkan analisis atmosfer yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo pada pukul 00.00 UTC, kondisi udara saat ini, tergolong ringan dan tidak stabil.
Meski potensi hujan belum terdeteksi, peluang terbentuknya thunderstorm lemah masih ada di sekitar wilayah Juanda dan sebagian Jawa Timur.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi menjelaskan, kandungan uap air di atmosfer saat ini, tergolong cukup tinggi.
Nilai precipitable water (PW) mencapai 46,09 milimeter, yang menunjukkan ketersediaan uap air masih memadai untuk mendukung pertumbuhan awan.
“Secara umum, hujan belum teramati saat analisis dilakukan. Namun atmosfer masih mendukung pertumbuhan awan, sehingga potensi thunderstorm lemah tetap perlu diwaspadai,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi atmosfer yang relatif labil, menjadi salah satu faktor yang mendukung terbentuknya awan konvektif.
Beberapa parameter cuaca menunjukkan adanya potensi pertumbuhan awan, dengan tingkat konektivitas sedang. Meski demikian, peluang terjadinya hujan maupun microburst masih rendah.
BMKG mencatat, angin dominan di lapisan bawah bertiup dari arah tenggara hingga barat daya, dengan kecepatan sekitar 5 hingga 10 knot.
Sementara pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi, kecepatan angin mencapai 20 hingga 40 knot.
“Walaupun potensi hujan tidak ada, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan cuaca lokal. Pertumbuhan awan bisa terjadi secara cepat, terutama pada siang hingga sore hari,” tambahnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk nelayan dan pelaku transportasi, untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi.
Sebab perubahan kondisi atmosfer dapat berlangsung secara dinamis dalam waktu singkat. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin