PASURUAN, Radar Bromo – Aktivitas pelayaran dan nelayan di perairan Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tinggi gelombang di sejumlah perairan Jatim masih berpotensi mencapai kategori sedang hingga mendekati tinggi pada periode 17 sampai 21 Juni 2026.
Berdasarkan informasi tinggi gelombang yang dirilis Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, wilayah perairan selatan Jatim menjadi daerah dengan gelombang tertinggi.
Di perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 1,74 hingga 2,17 meter.
Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Pasuruan relatif lebih landai. Tinggi gelombang di Perairan Pasuruan diprakirakan berada pada kisaran 0,51 hingga 0,68 meter selama lima hari ke depan.
Meski demikian, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan, kondisi gelombang di perairan Pasuruan masih tergolong rendah.
Namun, aktivitas di laut tetap harus memperhatikan perkembangan cuaca dan informasi maritim terbaru dari BMKG.
“Untuk wilayah Perairan Pasuruan, tinggi gelombang masih berkisar antara setengah hingga kurang dari satu meter. Meski relatif aman, nelayan dan pelaku pelayaran tetap perlu mewaspadai potensi peningkatan angin maupun pertumbuhan awan konvektif yang dapat memengaruhi kondisi laut,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap berpotensi meningkatkan kecepatan angin sekaligus tinggi gelombang di perairan. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta terus memantau informasi cuaca sebelum berangkat melaut.
Rendy menambahkan, secara umum angin di wilayah perairan Jawa Timur saat ini dominan bertiup dari timur hingga tenggara. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika gelombang di perairan selatan Jatim.
“Nelayan, operator kapal penyeberangan, maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai tetap perlu memperhatikan informasi cuaca dan gelombang terbaru dari BMKG sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.
Di sisi lain, BMKG mencatat delapan wilayah perairan selatan Jawa Timur masuk kategori gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter. Kondisi ini terjadi di perairan Pacitan hingga Banyuwangi dan diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut diharapkan meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko kecelakaan akibat cuaca laut yang berubah cepat. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid