Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Tahlilan di Jalan, Minta JLS Pasuruan Steril dari Truk Besar Imbas Pengalihan Perbaikan Jembatan Bok Wedi

Mokhamad Zubaidillah • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:51 WIB
PROTES: Warga saat memblokade JLS Pasuruan yang arus lalu lintasnya kian padat usai terimbas pengalihan arus perbaikan jembatan BokWedi
PROTES: Warga saat memblokade JLS Pasuruan yang arus lalu lintasnya kian padat usai terimbas pengalihan arus perbaikan jembatan BokWedi

 

PASURUAN, Radar Bromo— Suara pengeras suara dari atas mobil bak terbuka memecah ketenangan pagi di simpang tiga Randusari-Bukir, Kota Pasuruan, Rabu (17/6/2026).

Puluhan warga berkumpul, berdiri merapatkan barisan, dan memblokade jalan provinsi lingkar selatan (JLS) tersebut.

Mereka menyuarakan keresahan yang sama: menolak kehadiran truk bertonase besar di jalur permukiman mereka.

​Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh pengalihan arus lalu lintas dua arah akibat proyek perbaikan Jembatan Bokwedi di Blandongan yang ada di jalur pantura Jalan Ir Juanda.

Proyek yang dimulai sejak awal Mei lalu itu ditargetkan selesai pada September mendatang. Perbaikan itu lain untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melumpuhkan lalin Surabaya-Banyuwangi.

​Namun, pengalihan arus ini justru menimbulkan petaka ke Jalur Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di sepanjang Jalan Gatot Subroto.

Truk-truk bertonase besar kini berjejal di jalanan yang sehari-hari digunakan oleh warga lokal.

​"Aksi ini tak lain dari banyak keluhan warga terkait kerapnya terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban serta kemacetan arus lalin yang parah," ungkap Ayik Suhaya, koordinator lapangan aksi, di tengah riuhnya demonstrasi.

​Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jalannya aksi unjuk rasa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Sejumlah petugas gabungan dari unsur Kepolisian (Polres Pasuruan Kota), TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan tampak bersiaga di lokasi.

Petugas tidak hanya mengamankan jalannya orasi, tetapi juga sibuk mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat blokade jalan oleh warga.

​Gelombang penolakan ini rupanya mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang tinggal di sepanjang koridor JLS.

Deru dan getaran mesin truk besar yang melintas hampir setiap menit menjadi teror psikologis tersendiri bagi warga.

​Khusnul Khotimah (60), warga Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, tidak mampu menyembunyikan rasa cemasnya. Rumahnya berdiri tak jauh dari tepi jalan raya yang kini mendadak super sibuk dan berbahaya itu. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#warga blokade jalan #jembatan bokwedi #truk besar #jls pasuruan