BANGIL, Radar Bromo – Warga wilayah timur Kabupaten Pasuruan selama ini harus jauh-jauh ke Stasiun Bangil kalau mau naik Commuter Line. Dishub Kabupaten Pasuruan kini mulai memetakan apakah Stasiun Rejoso dan Grati bisa kembali diaktifkan sebagai titik pemberhentian.
Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dishub Kabupaten Pasuruan Susetyo Dimas mengatakan, survei sedang berjalan untuk mengukur seberapa besar kebutuhan warga. Terutama setelah Commuter Line memperpanjang rute layanannya hingga Probolinggo.
“Tujuannya memetakan kebutuhan masyarakat terhadap kemungkinan pengaktifan kembali kedua stasiun tersebut. Ini juga merespons ketersediaan komuter Supaspro yang sekarang sudah beroperasi sampai Probolinggo,” ujarnya.
Sejauh ini, survei sudah diikuti sebanyak 3.700 responden. Dimas menargetkan potensi kebutuhan itu bisa terbaca utuh dalam sepekan survei berjalan.Kalau hasilnya menunjukkan antusias yang cukup, Dishub siap membawa data itu ke operator.
“Kalau hasil survei menunjukkan kebutuhan masyarakat cukup tinggi, tentu akan menjadi bahan usulan kami kepada PT KAI untuk dipertimbangkan lebih lanjut,” katanya.
Dukungan datang dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya. Kepala BTP Denny Michels Adlan mengatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung langkah Pemkab Pasuruan ini.
“Commuter Line memang dirancang untuk mengakses stasiun-stasiun yang lebih kecil sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpetakan,” ujarnya.
Tapi ada syaratnya. Denny mengingatkan, setiap stasiun pemberhentian harus memenuhi Standar Pelayanan Minimal sesuai Permenhub Nomor 63 Tahun 2019. Mulai dari keselamatan, keamanan, hingga kenyamanan penumpang.
“Ini menjadi menarik ketika pemetaan demand selesai dan operator bisa mengupayakan kereta berhenti di Rejoso maupun Grati. Kami akan mendukung selama ada kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang luas,” tegasnya. (tom/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni