Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Meski Kasus Nihil, Dinkes Kota Pasuruan Minta Masyarakat Waspadai Leptospirosis, Begini Caranya

Fahrizal Firmani • Minggu, 14 Juni 2026 | 12:21 WIB
Ilustrasi (gemini ai)
Ilustrasi (gemini ai)

PASURUAN, Radar Bromo - Kota Pasuruan berhasil mempertahankan status zero case atau nol kasus penyakit leptospirosis, selama tiga tahun berturut-turut.

Kendati grafik penularan bersih sejak tahun 2024 hingga Mei tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, meminta masyarakat tidak abai dan tetap memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pasalnya, ancaman bakteri yang disebarkan melalui kencing tikus ini, mengintai di tengah cuaca pancaroba yang tidak menentu.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, mengungkapkan keberhasilan mempertahankan tren nihil kasus ini, sepenuhnya bertumpu pada kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Meski sejauh ini belum ada temuan warga yang terpapar, proteksi diri dan sanitasi lingkungan tetap menjadi kewajiban mutlak. Terlebih pada musim peralihan saat ini, di mana kelembapan lingkungan meningkat, akibat hujan yang masih sering turun," terang Dokter Shierly-sapaannya.

Secara medis, Dokter Shierly menjelaskan habitat dan pergerakan hewan penular virus, seperti tikus, sapi, anjing, dan babi, menjadi jauh lebih aktif saat kondisi tanah basah dan lembap.

Bakteri Leptospira yang keluar melalui urine hewan tersebut, dengan mudah menempel pada genangan air, saluran drainase, bahkan pada makanan terbuka yang tersentuh langsung oleh tikus di dalam rumah.

Sebagai benteng pertahanan utama, Dinkes mengingkat agar penerapan PHBS dijalankan.

Salah satunya, menggunakan alat pelindung. Seperti pengenaan sepatu bot dan sarung tangan karet, saat membersihkan area lembap, selokan, maupun drainase.

Selain itu, biasakan mencuci tangan dengan sabun secara sempurna setiap kali selesai beraktivitas, serta sebelum dan sesudah makan.

Serta pastikan tudung saji di meja makan, tertutup rapat tanpa celah agar terhindar dari jamahan tikus.

Kewaspadaan ini tidak boleh diremehkan. Jika seseorang terlanjur terpapar bakteri ini dan terlambat mendapatkan penanganan medis secara cepat, penyakit leptospirosis dapat memicu komplikasi organ dalam yang sangat fatal. Seperti kerusakan akut pada fungsi ginjal dan hati.

"Kunci utama pemutus rantai penularan, adalah konsistensi PHBS. Jangan tunggu ada temuan kasus baru kita bergerak. Kebersihan harus menjadi gaya hidup sehari-hari," bebernya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kesehatan #kencing tikus #phbs #penyakit #leptospirosis