Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Pertamax Melejit, Konsumen Lirik Pertalite

Mokhamad Zubaidillah • Kamis, 11 Juni 2026 | 11:30 WIB
Suasana SPBU Kebonagung, Kota Pasuruan yang nampak lengang, Rabu (10/6). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
Suasana SPBU Kebonagung, Kota Pasuruan yang nampak lengang, Rabu (10/6). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar Bromo-Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green belum berimbas pada pembelian BBM di Kota Pasuruan. Hingga Rabu siang, sejumlah SPBU terlihat lengang.

SPBU 5467150 Kebonagung, Kota Pasuruan misalnya, area pengisian didominasi pengguna Pertalite. Sebagian besar adalah kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi roda empat.

Meski demikian, beberapa mobil pribadi terlihat tetap mengisi Pertamax.

Supervisor SPBU Kebonagung Rio Ellens, 30, menjelaskan belum ada lonjakan antrean pembeli sejak pengumuman resmi kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green pada Rabu dini hari.

Meski demikian, dia memprediksi kenaikan harga Pertamax akan memicu peralihan konsumsi ke Pertalite.

Rio bahkan mengaku sudah menerima sejumlah pertanyaan dari kerabat dan konsumen melalui pesan singkat terkait skema peralihan tersebut.

"Banyak yang bertanya bagaimana jika pindah ke Pertalite. Rata-rata mereka sebelumnya adalah pengguna rutin Pertamax," kata Rio yang sudah 1,5 tahun menjabat sebagai supervisor ini.

Baca Juga: Keluhan Warga Probolinggo usai Harga Pertamax Meroket, Biaya Perjalanan Dinas ASN Juga Membengkak

Rio pun mengingatkan, konsumen Pertamax yang ingin beralih ke Pertalite wajib mengikuti regulasi yang berlaku.

Mereka harus menggunakan barcode subsidi tepat. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi resmi atau dibantu langsung oleh petugas di SPBU.

"Kami sudah memasang spanduk panduan tata cara penggunaan barcode di area SPBU untuk memudahkan masyarakat," tambahnya.

Saat ini, pasokan BBM di SPBU Kebonagung dipastikan aman. Stok untuk jenis Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo tersedia dalam jumlah cukup.

Di sisi lain, kenaikan harga ini mulai dikeluhkan oleh sejumlah pemilik kendaraan. M. Iqbal, 48, warga Rejoso, Kabupaten Pasuruan, mengaku cukup berat dengan nominal kenaikan yang ditetapkan pemerintah.

Selama ini, Iqbal menggunakan Pertamax karena enggan mengantre lama dan demi menjaga performa mesin mobilnya. Karena Pertamax naik sampai Rp 3.950 per liter, ia pun berencana mengubah pola konsumsi BBM.

"Kalau harganya sampai segitu, ini bukan naik lagi, tapi ganti harga. Pasti akan terasa sekali di pengeluaran bulanan. Sepertinya lebih baik beralih ke Pertalite saja," keluh Iqbal.

Dampak serupa dirasakan Nurlaily, 49, seorang pekerja wanita dengan mobilitas tinggi asal Kota Pasuruan. Kenaikan harga BBM nonsubsidi itu membuatnya langsung melakukan efisiensi ketat pada pos pengeluaran rumah tangga.

Untuk menyiasatinya, ia memilih untuk membatasi penggunaan mobil pribadi dan mengontrol agenda bepergian seirit mungkin.

"Jadi ya tidak ke mana-mana akhirnya. Efisiensi ketat. Kalau urusan BBM ini sangat terasa karena pekerjaan saya menuntut mobilitas tinggi. Jadi bepergian harus dikurangi," ungkap Nurlaily. (ube/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#spbu #pertalite #pasuruan #bbm #pertamax