Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasuruan Mulai Masuk Kemarau, Minta Warga Waspada Kekeringan

Fuad Alyzen • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:17 WIB
Ilustrasi kekeringan
Ilustrasi kekeringan

PASURUAN, Radar Bromo- Tanda-tanda memasuki musim kemarau mulai muncul di Pasuruan. Namun sejumlah wilayah masih tercatat mengalami curah hujan kategori tinggi.

Hal itu terlihat dari update Informasi Iklim Dasarian III Mei 2026 yang dirilis Stasiun Klimatologi Jawa Timur per 31 Mei 2026. Dalam laporan itu, disebutkan distribusi curah hujan di Jawa Timur pada akhir Mei umumnya berada pada kategori rendah.

Selain itu, Hari Tanpa Hujan (HTH) di Jawa Timur juga mulai didominasi kategori sangat pendek hingga menengah. Kondisi ini menjadi indikator mulai berkurangnya intensitas hujan di sejumlah daerah.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi menjelaskan, wilayah Pasuruan mulai mengalami transisi menuju musim kemarau. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi secara lokal.

“Secara umum curah hujan di Jawa Timur, termasuk Pasuruan, memang mulai menurun. Namun potensi hujan ringan hingga sedang masih bisa terjadi. Terutama pada siang hingga sore akibat faktor lokal atmosfer,” ujarnya.

Rendy menambahkan, berdasarkan Prediksi Dasarian I Juni 2026, curah hujan di Jawa Timur diperkirakan didominasi kategori rendah dengan probabilitas lebih dari 90 persen. Kondisi ini menandakan awal musim kemarau mulai terasa.

“Masyarakat Pasuruan, terutama di wilayah pesisir dan pertanian diimbau mulai mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air,” pesannya.

Data BMKG juga menunjukkan sebagian wilayah Jawa Timur mulai mengalami peningkatan hari tanpa hujan. Meski Pasuruan belum masuk kategori panjang, tren penurunan hujan sudah mulai terlihat dibanding periode sebelumnya.

Di sisi lain, suhu udara siang hari diperkirakan terasa lebih panas dalam beberapa pekan ke depan. Warga juga diminta mewaspadai potensi angin kencang serta kebakaran lahan saat kondisi cuaca semakin kering.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan cuaca terbaru, terutama nelayan dan petani yang aktivitasnya sangat dipengaruhi kondisi atmosfer. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#cuaca #musim kemarau #pasuruan #tinggi #hujan