Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nelayan di Pasuruan Diminta BMKG Waspada Ombak Tinggi dan Cuaca Ekstrem

Fuad Alyzen • Senin, 1 Juni 2026 | 09:43 WIB
ANCAMAN: Nelayan di persisir Lekok menepikan perahunya ke tepi pantai saat ombak tinggi. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
ANCAMAN: Nelayan di persisir Lekok menepikan perahunya ke tepi pantai saat ombak tinggi. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN, Radar BromoCuaca ekstrem di pancaroba diperkirakan masih bakal terjadi. Sebab sampai kini hujan masih kerap turun walau status sekarang sudah memasuki kemarau. Masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah Pasuruan diminta meningkatkan kewaspadaan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi prakiraan tinggi gelombang laut di wilayah Jawa Timur yang diprediksi berlangsung sampai 4 Juni mendatang.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, tinggi gelombang di perairan Pasuruan diperkirakan mengalami kenaikan bervariatif. Berada di kisaran 0,44 meter hingga 0,55 meter.

Meski masih tergolong rendah hingga sedang, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai. Terutama bagi nelayan tradisional, perahu kecil, hingga aktivitas wisata bahari di wilayah pesisir Pasuruan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi mengungkapkan, perubahan tinggi gelombang dipengaruhi kondisi angin di wilayah perairan Jawa Timur yang cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Nelayan dan masyarakat pesisir tetap harus waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara cepat. Apalagi jika muncul awan cumulonimbus yang dapat meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang,” ujarnya.

Menurutnya, aktivitas pelayaran perahu nelayan kecil dan kapal tradisional perlu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut. Sebab, kondisi angin kencang di laut dapat memicu gelombang lebih tinggi dari prakiraan normal.

Selain Pasuruan, kenaikan gelombang juga diprakirakan terjadi di sejumlah perairan lain di Jawa Timur. Bahkan untuk wilayah selatan Jawa Timur seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung hingga Banyuwangi, tinggi gelombang diprediksi mencapai lebih dari dua meter pada 2 hingga 3 Juni.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur pada periode 31 Mei hingga 3 Juni akibat fenomena fase bulan purnama. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, tambak maupun nelayan. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#bmkg #nelayan #Melaut #ombak #cuaca ekstrem