POHJENTREK, Radar Bromo-Banjir yang menerjang wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, Selasa malam (19/5) juga diduga dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Welang di Dusun Suko, Desa Sukorejo, Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.
Ironisnya, tanggul yang jebol itu baru dibangun. Belum genap sebulan selesai dikerjakan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tanggul jebol sekitar pukul 22.00. Panjang tanggul yang jebol lebih dari 10 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter dari bantaran sungai.
Begitu tanggul jebol, air Sungai Welang yang meluap langsung menerjang permukiman warga di Dusun Duyo dan Dusun Suko. Kemudian bergerak ke arah utara hingga wilayah Kota Pasuruan dan jalur pantura.
Material sampah dan endapan lumpur terbawa arus sungai yang deras. Menumpuk di sejumlah titik permukiman.
Ahmad Gofar, 60, warga Dusun Suko menjelaskan, tanggul yang jebol itu memang bukan tanggul permanen.
Hanya tanggul darurat atau sementara yang dibangun dari timbunan bronjong dan karung sandbag berisi tanah.
“Baru selesai dibuat sekitar sebulanan lalu. Tapi itu tanggul darurat dari bronjong sama sandbag isi tanah. Air langsung masuk deras ke kampung,” ujarnya.
Menurut Ahmad, banjir kali ini lebih parah karena tanggul tidak mampu menahan debit air Sungai Welang yang meningkat tajam.
“Airnya cepat sekali naik. Sampah dan lumpur masuk ke rumah-rumah warga. Jalan kampung juga banyak tertimbun endapan lumpur,” tambahnya.
Suhud, 55, warga lain menambahkan, tanggul yang jebol berada di sisi selatan tanggul permanen yang dibangun pada 2025. Namun bagian yang jebol adalah tanggul tambahan.
“Tahun kemarin memang sudah dibangun tanggul permanen. Tapi yang jebol ini sisi selatannya, tanggul tambahan. Akibatnya banjir langsung melebar ke mana-mana,” jelasnya.
Akibat banjir ini, material lumpur menimbun area pemakaman Dusun Suko. Beberapa akses jalan kampung juga tertutup lumpur dan sampah.
Hingga Rabu (20/5), warga masih berjibaku membersihkan sisa lumpur dan sampah di permukiman dan rumah. Kondisi tanggul yang jebol masih menjadi perhatian karena dikhawatirkan memicu banjir susulan jika hujan deras turun lagi.
Windari Wahyu Ningsih, kasi pemeliharaan dan rehabilitasi UPT PSDA Welang Pekalen membenarkan tanggul sebelumnya sempat rusak. Kemudian diperbaiki sementara menggunakan sandbag.
Namun tanggul kembali jebol setelah hujan deras mengguyur. Menyebabkan debit air Sungai Welang meningkat.
“Memang sebelumnya sempat jebol dan sudah ditangani memakai sandbag. Setelah hujan deras, jebol lagi,” katanya.
Pihaknya memastikan perbaikan akan dilakukan secepatnya. Termasuk pembangunan tanggul permanen yang akan mulai dibangun paling lambat Juli 2026.
“Secepatnya kami perbaiki. Kami perbaiki secara permanen antara Juni atau Juli 2026,” ujarnya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi