Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cari Kerang di Pesisir Ngemplakrejo Pasuruan, Nenek asal Mandaranrejo Meninggal

Fuad Alyzen • Rabu, 20 Mei 2026 | 14:48 WIB
NAHAS: Korban saat hendak dimakamkan, Rabu pagi (20/5).
NAHAS: Korban saat hendak dimakamkan, Rabu pagi (20/5).

 

PASURUAN, Radar BromoTak hanya memicu banjir di sejumlah wilayah. Hujan deras disertai angin kencang dan petir di Kota Pasuruan, Selasa malam (19/5) juga merenggut korban jiwa.

Seorang perempuan pencari kerang meninggal dunia usai tersambar petir, saat berada di tepi perairan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo.

Korban diketahui bernama Sulicha, 64, warga Jalan Jenderal S Parman Gang II RT 2/RW 5, Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00. Saat itu korban bersama sejumlah warga lainnya sedang mencari kerang di kawasan pesisir perairan Ngemplakrejo.

Informasi yang dihimpun, sejak sore sekitar pukul 15.00 korban bersama saksi Kadir dan tujuh orang lainnya berangkat menuju lokasi pencarian kerang.

Namun saat hendak kembali ke perahu pada malam hari, cuaca mendadak berubah ekstrem.

Hujan deras turun disertai sambaran petir di area perairan. Korban yang saat itu berada di sekitar lokasi diduga tersambar petir hingga terjatuh ke lumpur dan genangan air.

Baca Juga: Geger Kakek di Rembang Pasuruan Meninggal di Tepi Jalan, Dikabarkan Tersambar Petir, Begini Penjelasan Polisi

“Saksi sempat mencari korban karena kondisi saat itu gelap dan hujan deras. Korban ditemukan dalam posisi terjatuh tertutup lumpur dan air,” ujar Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota Edy Suseno.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah duka oleh warga bersama keluarga.

Pihak keluarga kemudian menolak dilakukan visum maupun autopsi dan memilih segera memakamkan korban. Penolakan tersebut juga disertai surat pernyataan resmi dari keluarga.

AKP Edy Suseno mengatakan, wilayah perairan Pasuruan Raya memang cukup rawan terjadi badai petir saat musim penghujan.

Karena itu, masyarakat khususnya nelayan dan pencari kerang diminta meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di laut maupun kawasan pesisir.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama ketika cuaca mulai mendung, hujan deras, atau muncul petir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” harapnya. (zen/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#ngemplakrejo #mandaranrejo #tersambar petir #pasuruan